Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:23 WIB
Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah
Ilustrasi dokumen [Shutterstock]

Suara.com - Staf Kedutaan Inggris di Afghanistan dinilai teledor karena dokumen penting mereka mudah diakses oleh orang asing.

Menyadur Sky News Sabtu (28/08), seorang jurnalis Times menemukan dokumen sensitif pada hari Selasa, selama tur kawasan diplomatik bersama Taliban.

Dokumen itu berisi rincian kontak pekerja Afghanistan dan anggota staf kedutaan, serta CV dan alamat pelamar pekerjaan sebagai juru bahasa.

Staf kedutaan diminta menghancurkan semua data yang dapat membahayakan pekerja lokal sebagai bagian dari protokol evakuasi.

Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Asing (FCDO) telah mengakui kesalahan staf kedutaan tapi mengatakan mereka sudah mencoba menghancurkan dokumen itu sebelum meninggalkan kedutaan.

Ilustrasi surat lamaran kerja (Shutterstock).
Ilustrasi dokumen penting berisi informasi pelamar kerja (Shutterstock).

"Kami telah bekerja tanpa lelah untuk mengamankan keselamatan mereka yang bekerja untuk kami termasuk menyelamatkan tiga keluarga," kata juru bicara FCDO.

"Penarikan Kedutaan kami dilakukan dengan cepat karena situasi di Kabul memburuk. Setiap upaya dilakukan untuk menghancurkan materi sensitif."

Kementerian Luar Negeri Inngris berterima kasih kepada The Times karena berbagi informasi dan bekerja untuk menyelamatkan ketiga keluarga yang ada dalam dokumen.

Ketua Komite Pemilihan Urusan Luar Negeri Tom Tugendhat mengatakan akan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

baca juga

"Bagaimana @FCDOGovUK menangani krisis ini akan menjadi subjek penyelidikan @CommonsForeign yang akan datang. Bukti sudah masuk," cuitnya.

The Times sudah menghubungi nomor yang tertera dokumen dan menemukan beberapa anggota staf Afghanistan telah dievakuasi ke Inggris, tapi staf lain ditinggalkan.

Di antara mereka adalah tiga staf Afghanistan dan delapan anggota keluarga, termasuk lima anak-anak, yang terjebak dalam kerumunan dan tidak dapat mengakses bagian fasilitas yang dikendalikan Inggris.

"Kantor Luar Negeri tampaknya telah kehilangan staf ini, dan evakuasi mereka hanya terjadi setelah rincian mereka disampaikan oleh The Times," lapor surat kabar itu.

Nasib dua pelamar yang detailnya tertinggal di lapangan di kedutaan masih belum diketahui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Panjang Buronan Adelin Lis, Sempat Lolos Usai Keroyok Staf Kedutaan RI di Beijing

Jalan Panjang Buronan Adelin Lis, Sempat Lolos Usai Keroyok Staf Kedutaan RI di Beijing

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 06:38 WIB

Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Duta Besar Inggris Buka Suara

Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Duta Besar Inggris Buka Suara

Sport | Kamis, 18 Maret 2021 | 18:43 WIB

Tutup Kedutaan, Inggris Tarik Semua Diplomat dari Korea Utara

Tutup Kedutaan, Inggris Tarik Semua Diplomat dari Korea Utara

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:34 WIB

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:20 WIB

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:27 WIB

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:24 WIB

×