Politikus Ini Heran Covid-19 di Indonesia Lebih Cepat Turun Ketimbang Malaysia

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Minggu, 05 September 2021 | 13:08 WIB
Politikus Ini Heran Covid-19 di Indonesia Lebih Cepat Turun Ketimbang Malaysia
Ilustrasi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Politisi Lim Kit Siang bertanya pada menteri kesehatan Malaysia, mengapa kasus Covid-19 di Indonesia lebih cepat turun dibandingkan negaranya.

“Bisakah Menteri Kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia bisa mengurangi kasus baru Covid-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia bahkan kurang dari setengah seperti kemarin 8.955 kasus menjadi 20.988 kasus Malaysia?” kata Lim.

Menyadur Malay Mail Minggu (5/9/2021), pemimpin DAP Malaysia ini menyebutkan secara berulang bahwa vaksin saja tak cukup untuk menyelesaikan masalah.

Ia membandingkan malaysia dengan Indonesia yang sukses mengurangi kasus harian meskipun populasinya lebih besar.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara ini telah mencatat tingkat rata-rata lebih dari 20.000 kasus selama lebih dari empat minggu sekarang.

Malaysia lockdown total. (Dok: Facebook/Jackson Leong)
Malaysia ketika lockdown nasional. (Dok: Facebook/Jackson Leong)

“Ini bukan mencari-cari kesalahan tapi mencari cara untuk meningkatkan penanganan kita terhadap pandemi Covid-19 sehingga memenangkan perang melawannya.”

Malaysia saat ini adalah salah satu negara dengan kinerja terburuk di dunia dalam hal penanganan Covid-19 tahun ini, catat Lim.

Menurut Our World in Data yang diterbitkan 1 September, kasus baru Malaysia per satu juta orang adalah 572,43, lebih besar dibandingkan Filipina 126,95, Myanmar 61,27 dan Indonesia  37,40.

Malaysia juga menduduki puncak angka kematian Covid-19 di dengan 8,48 per juta orang dengan Vietnam berada di urutan kedua 8,19.

baca juga

Sementara kematian harian per juta orang di Indonesia adalah 2,36, menurut situs web yang sama.

“Pada laju infeksi dan kematian saat ini, kami akan menembus angka 1,8 juta untuk total kumulatif kasus Covid-19 hari ini,” kata Lim.

“Kami akan memecahkan angka dua juta untuk total kumulatif kasus Covid-19 dan memecahkan angka 20.000 untuk kematian akibat Covid-19 ketika kami merayakan Hari Malaysia ke-58 pada 16 September 2021,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocor di Situs Web Singapura dan Malaysia! Samsung Galaxy M22 Siap Meluncur Resmi?

Bocor di Situs Web Singapura dan Malaysia! Samsung Galaxy M22 Siap Meluncur Resmi?

Tekno | Minggu, 05 September 2021 | 09:15 WIB

Derita Masniah, 4 Tahun Tak Digaji dan Disiksa Majikan di Malaysia, Kini Masuk RSJ

Derita Masniah, 4 Tahun Tak Digaji dan Disiksa Majikan di Malaysia, Kini Masuk RSJ

Bali | Minggu, 05 September 2021 | 07:42 WIB

Update Covid-19 Global: Ruang ICU di Malaysia Nyaris Penuh

Update Covid-19 Global: Ruang ICU di Malaysia Nyaris Penuh

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 08:22 WIB

Terkini

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:34 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:27 WIB

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

×