Perbedaan China dan Tionghoa beserta Asal-Usul di Baliknya

Rifan Aditya

Rabu, 08 September 2021 | 16:50 WIB
Perbedaan China dan Tionghoa beserta Asal-Usul di Baliknya
Perbedaan China dan Tiongkok - Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Salah satu istilah yang kerap kali masih sering disalahartikan oleh masyarakat Indonesia adalah penggunaan China dan Tiongkok, penggunaan kedua istilah tersebut tentunya kadang kali meninggalkan pertanyaan di dalam kepala kita. Adakah perbedaan antara kedua istilah tersebut? Istilah mana yang lebih tepat untuk digunakan?

Berikut adalah ulasan tentang perbedaan China dan Tiongkok beserta asal-usulnya.

Sejarah Perubahan Istilah

Pada dasarnya kedua istilah tersebut mengacu pada makna yang sama, hanya saja penggunaanya dipisahkan. Tepatnya pada tahun 2014 pada masa pemerintahan Presiden SBY keluar sebuah surat keputusan yang berisikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pencabutan Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/PRES.KAB/6/1967, setelah kejadian tersebut barulah ditetapkan penggantian sebutan negara Republik Rakyat China diubah menjadi Republik Rakyat Tiongok.

Jika ditarik mundur pada tahun 1996 di Indonesia saat itu, tepatnya pada bulan September dimana waktu itu warga keturunan Tionghoa sempat dicurigai mencoba untuk memasukan paham komunisme ke negara ini dan juga turut terlibat pada gerakan pemberontakan G30S/PKI.

1 tahun setelahnya, yakni pada tahun 1967 dikeluarkanlah Instruksi Presiden No.14/1967 yang menegaskan tentang larangan bagi warga Tionghoa untuk melakukan tradisi dan adat Istiadat di Indonesia.

Instruksi tersebut barulah dicabut pada masa kepresidenan Abdurrahman Wahid melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat China.

Tentunya hal ini memberikan kembali hak yang seharusnya dimiliki oleh seluruh warga dalam sebuah negara, pasca pencabutan keputusan tersebut warga Tionghoa akhirnya diberikan kebebasan untuk bebas berekspresi, menjalankan kepercayaan, agama, serta menyelenggarakan acara atau adat istiadat atau tradisi, tanpa memerlukan izin khusus.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada era SBY terjadi perubahan istilah dari China menjadi Tiongkok, hal tersebut dilakukan dengan tujuan menghilangkan perilaku diskriminatif yang ada pada negara kita.

baca juga

Asal Usul Istilah Tiongkok

Menyadur dalam buku karya Zoraya Paskarini yang berjudul Istilah Penamaan Etnik China di Indonesia: Tinjauan Sosiolinguistis terhapda Kaum Muda Jakarta yang ditulis pada tahun 2008 ini menjelaskan bahwa asal usul istilah Tiongkok diambil dari kata serapan dalam bentuk dialek salah satu bahasa daerah di China.

Tiongkok adalah sebuah istilah yang dalam bahasa China memiliki kata dasar Zh?ngguó, artinya adalah kerajaan tengah atau negeri tengah. Menurut keyakinan rakyat sekitar daerah Zh?ngguó menjadi pusat aktivitas yang terjadi di seluruh dunia, oleh karena itu diartikan dengan makna negeri tengah.

Sedangkan di Indonesia sendiri penggunaan istilah Tiongkok baru mulai muncul ke permukaan sejak berdirinya Organisasi Tionghoa Hwee Koan (THKK), penggunaan istilah tersebut kian populer pada awal abad ke-20, hal tersebut beriringan dengan perkembangan dan peningkatan nasionalisme di China.

Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang terkandung pada istilah China maupun Tiongkok. Digantinya penyebutan negara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghapuskan kesan diskriminatif yang terjadi kepada warga Tionghoa.

Seperti itulah perbedaan China dan Tiongkok beserta asal-usulnya. Semoga kalian dapat memahami istilah-istilah tersebut.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Pangkalan Militer AS Diambil China, Afghanistan Temui Rusia, Pakistan, Turki dan Qatar

Isu Pangkalan Militer AS Diambil China, Afghanistan Temui Rusia, Pakistan, Turki dan Qatar

Bisnis | Rabu, 08 September 2021 | 09:00 WIB

Mantan Pejabat BUMN Sebut Ada Jebakan China Dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Mantan Pejabat BUMN Sebut Ada Jebakan China Dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Rabu, 08 September 2021 | 08:46 WIB

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Australia Tekuk Vietnam, Korsel Tundukkan Lebanon

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Australia Tekuk Vietnam, Korsel Tundukkan Lebanon

Bola | Rabu, 08 September 2021 | 00:42 WIB

Hong Kong Siap Longgarkan Perbatasan, Penduduk China Daratan Boleh Masuk Tanpa Karantina

Hong Kong Siap Longgarkan Perbatasan, Penduduk China Daratan Boleh Masuk Tanpa Karantina

Health | Selasa, 07 September 2021 | 20:43 WIB

Terkini

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

×