Suara.com - Indonesia bekerja sama dengan China direncanakan memproduksi vaksin pada 2022 mendatang. Menanggapi itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati mengingatkan produksi vaksin kerja sama itu tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri.
Mufida mengatakan produksi vaksin kerja sama yang direncanakan akan berdiri pabrik di Indonesia, jangan sampai mengganggu industie vaksin Merah Putih, yang merupakan vaksin dalam negeri. Mengingat, kata Mufida vaksin Merah Putih juga dijadwalkan produksi, April 2022.
"Jangan sampai semangat kemandirian vaksin lewat vaksin Merah Putih dikalahkan agenda investasi dari luar negeri. Semangat berdikari atas vaksin, obat-obatan dalam negeri disebut menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo," kata Mufida, Kamis (9/9/2021).
Mufida mengingatkan adanya Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang telah dikeluarkan Presiden Jokowi. Berdasarkan Inpres tersebut diketahui bahwa keinginan presiden ialah Memprioritaskan pengembangan industri farmasi dan alkes termasuk vaksin dari dalam negeri.
"Ingat yang ada hanya visi misi Presiden tidak ada visi misi menteri. Sebab itu, semangat berdikari industri farmasi dalam negeri harus didahulukan," ujar Mufida.
Apalagi, lanjut Mufida, BioFarma sebagai BUMN produsen vaksin telah diakui dunia. Negara-negara OKI belajar soal vaksin ke BioFarma. Di mana dari 57 negara OKI hanya tujuh yang memiliki pabrik vaksin. Dari jumlah tersebut hanya dua yang tersertifikasi WHO, yakni Senegal dan Bio Farma.
"Saat ini, Bio Farma sudah mengekspor vaksin ke 145 negara, 50 di antaranya negara OKI. Artinya negara kita jadi rujukan vaksin oleh dunia. Ini momentum dengan pengembangan vaksin merah putih," tandas Mufida.
Diketahui, Indonesia direncanakan bakal membuat dua jenis vaksin Covid-19, yang akan menyuplai kebutuhan dalam negeri mulai 2022.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Raker Koordinasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia di Jakarta, Selasa (24/8/2021).
"Kami sudah dorong industri vaksin dibangun di Indonesia dan sudah ada satu yang akan produksi nanti bulan April (2022), yaitu mRNA bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dan perusahaan dari Tiongkok," kata Menko Luhut seperti dikutip dari Antara.
Tak hanya itu, menurut Menteri Luhut, Indonesia juga akan memiliki vaksin Merah Putih yang diproyeksikan akan berproduksi pada kuartal II tahun depan.
Pemerintah bekerja sama dengan lima universitas dan dua lembaga dalam proyek pembuatan vaksin Merah Putih tersebut.
Kelima kampus tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Univerisitas Padjajaran, dan Institut Teknologi Bandung. Sedangkan dua lembaga yang ikut terlibat adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Dari sejumlah institusi tersebut, terdapat dua pengembang yang telah masuk skala industri, yaitu Lembaga Eijkman bersama PT Bio Farma dan Unair bersama PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
"Sekarang, kami sedang engage Merah Putih, mungkin juga akan produksi pada Mei-Juni tahun depan," ujar Luhut.