WHO Ungkap Penyebab Negara Miskin Sulit Dapat Pasokan Vaksin Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 09 September 2021 | 09:08 WIB
WHO Ungkap Penyebab Negara Miskin Sulit Dapat Pasokan Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO menemukan penyebab mengapa negara berpenghasilan rendah sulit mendapat pasokan vaksin Covid-19.

Kepala WHO Tedros Adhanom mengungkapkan, hal itu lantaran produsen vaksin memprioritaskan negara kaya yang mampu membeli vaksin dengan harga dolar tinggi.

"Kami telah mendengar alasan dari produsen dan beberapa negara berpenghasilan tinggi tentang bagaimana negara berpenghasilan rendah tidak dapat mendapat vaksin," kata Tedros dalam konferensi pers, dikutip dari Channel News Asia.

"Karena produsen telah memprioritaskan atau diwajibkan secara hukum untuk memenuhi kesepakatan bilateral dengan negara-negara kaya yang bersedia membayar dengan dolar tinggi. Sedangkan negara-negara berpenghasilan rendah telah kehilangan alat untuk melindungi rakyat mereka," imbuhnya.

Padahal hampir semua negara berpenghasilan rendah juga telah menunjukkan kemampuannya untuk menjalankan kampanye imunisasi skala besar terhadap vaksinasi polio, campak, dan penyakit lainnya, lanjut Tedros.

WHO mencatat, dari 5,5 miliar dosis vaksin yang telah diberikan secara global, sebanyak 80 persen di antaranya hanya tersebar ke negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas.

WHO telah menetapkan target untuk memungkinkan setiap negara memvaksinasi setidaknya 40 persen dari populasi pada akhir tahun ini dan Tedros mengatakan pengiriman ke negara-negara miskin perlu didorong agar hal ini dapat tercapai.

Ia mengatakan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah siap menjalankan kampanye vaksinasi Covid-19 yang efektif. Akan tetapi semua tergantung pada produsen dan negara-negara kaya untuk memberikan dosis yang dijanjikan untuk mengurangi ketidaksetaraan kesehatan global.

Tedros juga terus menyerukan kepada negara-negara kaya agar tidak melakukan suntikan ketiga atau booster vaksin Covid-19 hingga akhir tahun ini. Seruan itu makin diperluas sebab WHO merasa imbauan sebelumnya tidak didengarkan oleh banyak negara.

baca juga

Tedros bahkan mengaku terkejut dengan pernyataan asosiasi produsen farmasi terkemuka yang mengatakan bahwa pasokan vaksin cukup tinggi untuk memungkinkan suntikan booster. Juga cukup untuk vaksinasi di negara-negara yang menghadapi kekurangan stok vaksin.

"Saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan dan negara yang mengendalikan pasokan vaksin global berpikir bahwa orang miskin dunia harus puas dengan sisa vaksin," tegas Tedros dalam konferensi pers, dikutip dari Fox News.

Tedros sebelumnya telah menyerukan "moratorium" suntikan booster hingga akhir September. Tetapi Amerika Serikat dan sejunlah negara lain telah memulai atau sedang mempertimbangkan rencana untuk menawarkan booster kepada populasi mereka yang rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Petisi Batalkan Sertifikat Vaksin sebagai Syarat Administrasi, Ini Bahayanya

Muncul Petisi Batalkan Sertifikat Vaksin sebagai Syarat Administrasi, Ini Bahayanya

Lampung | Kamis, 09 September 2021 | 08:45 WIB

Bahaya Pembatalan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Administrasi: COVID-19 Bisa Tinggi

Bahaya Pembatalan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Administrasi: COVID-19 Bisa Tinggi

Kalbar | Kamis, 09 September 2021 | 08:31 WIB

Hampir 40 Juta Penduduk Indonesia Sudah Lakukan Vaksinasi COVID-19 Kedua

Hampir 40 Juta Penduduk Indonesia Sudah Lakukan Vaksinasi COVID-19 Kedua

Health | Kamis, 09 September 2021 | 06:15 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×