alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB, Benarkah?

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
CEK FAKTA: Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB, Benarkah?
CEK FAKTA Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB. (Turnbackhoax.id)

Beredar tautan Kemendikbud berbagi pulsa Rp250 ribu dan kuota 75 GB untuk periode Desember. Benarkah?

Suara.com - Beredar narasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud berbagi subsidi pulsa Rp 250 ribu dan kuota 75 GB.

Narasi ini beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp. Pesan ini membagikan tautan untuk mengklaim bantuan paket kuota internet sebesar 75 GB dan pulsa sebesar Rp250 ribu dari Kemendikbud.

Bantuan paket pulsa dan kuota itu diklaim untuk periode Desember. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa batas akhir pengisian formulir melalui tautan yang dikirimkan adalah pada 13 Oktober 2021.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

Baca Juga: Cek Fakta : Benarkah MPR Akan Melakukan Amandemen UUD Terkait Jabatan Presiden 3 Periode

gratis-kuota[dot]xyz/?v-Subsidi75GB

KEMENDIKBUD
Program kuota belajar pulsa 250rb dan kuota 75GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode desember!
Batas akhir 2021-10-13

CEK FAKTA Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB. (Turnbackhoax.id)

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi Kemendikbud berbagi subsidi pulsa Rp 250 ribu dan kuota 75 GB tidak benar.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Dipasang Lampu Warna-Warni Mirip Diskotek, Ini Faktanya

Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Kemendikbud melalui akun Instagram resminya, @kemendikbud.ri. Kemendikbud menjelaskan bahwa penyaluran bantuan paket kuota internet tahun 2021 akan dilakukan pada bulan September, Oktober, dan November.

Adapun batas akhir pengajuan bantuan kuota adalah 7 September untuk pengajuan September 2021, 7 Oktober untuk pengajuan Oktober 2021, dan 7 November untuk pengajuan November 2021.

Pengajuan bantuan kuota hanya dapat dilakukan melalui situs resmi vervalponsel.data.kemendikbud.go.id untuk jenjang paud, pendidikan dasar, dan menengah. Sedangkan untuk jenjang pendidikan tinggi melalui di situs kuotadikti.kemendikbud.go.id.

CEK FAKTA Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Kemendikbud Bagi-bagi Pulsa Rp 250 Ribu dan Kuota 75 GB. (Turnbackhoax.id)

Lebih lanjut, besaran bantuan kuota yang akan disalurkan oleh Kemendikbud adalah 7 GB untuk PAUD. Lalu 10 GB untuk pendidikan dasar dan menengah.

Selanjutnya bantuan kuota sebesar 12 GB diberikan untuk guru PAUD, pendidikan dasar, dan menengah. Terakhir, bantuan kuota 15 GB untuk dosen dan mahasiswa perguruan tinggi.

Narasi serupa sudah beberapa kali beredar sebelumnya. Beberapa artikel dengan topik serupa telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id.

Salah satunya artikel dengan judul “[SALAH] Bantuan Subsidi Pulsa 250 ribu dan Kuota 75GB oleh Kemendikbud RI dengan Batas Akhir Agustus 2021”. Artikel ini diunggah pada 23 Juli 2021 lalu.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi Kemendikbud berbagi tautan subsidi pulsa Rp250 ribu dan kuota 75 GB untuk periode Desember tersebut adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar