alexametrics

Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM
Faktor Cuaca Buruk, Pemkab Intan Jaya Bantah Klaim Pesawat Rimbun Air Jatuh Ditembak OPM. Puing pesawat kargo Rimbun Air Cargo seri Twin Otter 300 PK-OTW terlihat di Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9). ANTARA FOTO/HO/Dok Humas Polda Papua

"Ini sama sekali tidak benar. Kecelakaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPNPB-OPM."

Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya membantah pesawat Rimbun Air PK-OTW mengalami kecelakaan karena ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Pemkab Intan Jaya menyebut jatuhnya pesawat tersebut murni karena adanya cuaca buruk.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupatan Intan Jaya, Yoakim Mujizau meminta kepada seluruh pihak untuk tidak membangun opini kalau pesawat itu jatuh karena ditembak oleh TPNPB-OPM.

"Ini sama sekali tidak benar. Kecelakaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPNPB-OPM," kata Yoakim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021).

Yoakim menegaskan kalau pesawat tersebut jatuh karena faktor cuaca ekstrim yang terjadi saat hendak mendarat di Bandara Bilogai. Menurutnya kala itu terjadi awan gelap dan terdapat satu pesawat lainnya yang tengah terparkir di Bandara Bilogai.

Baca Juga: TPNPB-OPM Klaim Tembak Pesawat Kecil di Intan Jaya, Bersamaan Hilangnya Rimbun Air

Dalam situasi tersebut, pilot memilih untuk memutar balik guna memastikan kondisi pendaratan aman.

"Tampaknya begitu dia hendak kembali ingin mendarat masih dalam kondisi cuaca gelap, pesawat menabrak gunung dan pohon lalu nyungsep ke tanah sehingga kondisi pesawat saaat ditemukan, moncong pesawat tertanam cukup dalam di dalam tanah," ujarnya.

Yoakim mengungkapkan kalau proses evakuasi sulit dilakukan karena hanya bisa ditembus melalui jalur darat. Adapun proses evakuasi pertama kali dilakukan atas inisiatif masyarakat di bawah pimpinan Pastor Paroki Titigi Yance Yogi Pr dan Anggota DPRD Intan Jaya Melianus Belau.

Pihak Polri dan TNI baru tiba di lokasi setelah evakuasi tersebut berjalan. Ia menegaskan sekali lagi kalau masyarakat saling bahu membahu untuk melakukan proses evakuasi.

"Kami tegaskan juga bahwa tidak benar opini liar yang berkembang seakan-akan proses evakuasi berlangsung dramatis karena daerah jatuhnya pesawat merupakan daerah yang dikuasai TPN-OPM. Ini semua tidak benar," ujarnya.

Baca Juga: Tangis Pecah, Jasad Co-Pilot Rimbun Air Tiba di Rumah Duka di Bekasi

Dalam kesempatan yang sama, ia juga membantah kalau pesawat tersebut mengangkut bahan makanan untuk prajurit TNI Yonif 501/BY. Pada faktanya pesawat tersebut dipakai Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, triplek, besi, dan bahan makanan untuk masyarakat dalam rangka pembangunan oleh Dinas PU Kabupaten Intan Jaya.

"Maka itu, kami meminta para pihak yang menyebarkan opini-opini liar atau hoaks tersebut untuk stop menyebarkan berita-berita tersebut."

TPNPB-OPM Klaim Tembak Pesawat Rimbun Air

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak sebuah pesawat kecil di pedalaman Sugapa, Intan Jaya, Papua pada Rabu (15/9/2021). Mereka mengaku sudah bakal menembak pesawat yang mengangkut TNI-Polri.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan klaim itu disampaikan oleh Pasukan Pimpinan Komandan Operasi Batalion B Munulogo Mbiapigu Odiut Kogeya.

"Komadan Batalion Odiut Kogeya mengklaim kami telah menembak satu pesawat di desa Mbugimigi jatuh di Agapa tadi pagi pukul 07.39 waktu Papua Barat," kata Sebby dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021).

Kepada Sebby, Odiut mengatakan pihaknya sudah menunggu sejak 12 September, namun pesawat yang mereka bidik kerap lolos.

Sebby menyebutkan kalau TPNPB-OPM sudah berulang kali menyampaikan kepada perusahaan maskapai sipil di Papua, kalau mereka siap tembak apabila ada pesawat kecil mengangkut aparat negara dalam hal ini TNI-Polri.

"Oleh sebab itu sesuai dengan perintah kami sudah lama ikuti pesawat kecil ini selalu mendrop pasukan non organik ke tempat terpencil pedesaan maka kami tembak," ujarnya.

Komentar