Tari Seudati, Tarian Tradisional Provinsi Aceh Darussalam

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 22 September 2021 | 19:20 WIB
Tari Seudati, Tarian Tradisional Provinsi Aceh Darussalam
Tari Seudati, Tarian Tradisional Provinsi Aceh Darussalam (YouTube Lembaga Buana Group)

Suara.com - Kalau Bali punya tari Legong, Aceh punya Tari Seudati. Berdasarkan jurnal Karakteristik Tari Seudati Pada Masyarakat Kabupaten Pidie (2013) oleh Arki Winarti, tari Seudati ini merupakan salah satu tarian tradisional yang masih berkembang hingga saat ini di Aceh.

Tarian ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Fungsi awal dari tari Seudati adalah sebagai tarian pengikat tali persaudaraan antar warga dengan berbalas pantun. Namun saat ini sesuai perkembangannya, tari Seudati menjadi tari pertunjukan dan menjadi ikon bagi provinsi Aceh.

Sejarah Tari Seudati

Tari Seudati sendiri berasal dari Desa Gigieng, Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie. Nama Seudati berasal dari kata Syahadat yang berarti saksi, atau pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT.

Awalnya, tarian ini dilakukan dengan posisi duduk diiringi pantun-pantun yang dilakukan secara bergantian yang diselenggarakan di mushola. Namun dengan berkembangnya zaman, tari Seudati ini mengalami perubahan yang dahulunya tarian Seudati dilakukan secara duduk sekarang dilakukan secara berdiri.

Ciri Khas Tari Seudati

Dalam buku Diskripsi Tari Seudati (1991) oleh Asli Kesuma, ciri khas tari Seudati adalah heroik, gembira, dan kebersamaan. Ketika menari, bagian tubuh bergerak di mana gerakan-gerakan pokok pada tari Seudati yaitu meloncat, melangkah, pukul dada (dhiet), petik jari (ketrep jaroe), dan menghentakkan kaki ke lantai (geddham kaki).

Gerakan tersebut merupakan gerak dasar dalam tari Seudati. Cara melakukan gerakan terbagi atas dua, yaitu gerakan pemimpin yaitu syech menari terlebih dahulu kemudian penari lainnya mengikuti gerakan syech. Dan yang kedua adalah penari melakukan tarian lebih dahulu, kemudian diikuti syech.

Tari Seudati memiliki beberapa bagian dengan ciri khasnya masing-masing. Adapun babak dalam tari Seudati adalah sebagai berikut:

  • Babak glong
  • Babak saleum
  • Babak likok
  • Babak saman
  • Babak kisah
  • Babak cahi panyang
  • Babak lanie dan penutup

Masing-masing babak memiliki karakter kepahlawanan, kekompakan, dan juga ketegasan gerak tari. Selain itu, dalam tari Seudati juga memiliki beberapa pola lantai, seperti puto taloe, lidah jang, lang-leng, bintang buleun, tampong, binteh, tulak angen, dapu dan kapai teureubang

Tari Seudati ini tidak menggunakan alat musik eksternal. Melainkan membunyikan petikan jari, hentakan kaki, tepukan di dada, serta syair-syair yang dilantunkan oleh dua narator yang disebut Aneuk Syahi. Penampilan tari ini di awali dengan barisan berjumlah empat-empat.

Kemudian syech akan berada pada banjar pertama nomor dua dari kanan, sedangkan apet berada di sebelah kiri syech. Pada sudut pentas bagian depan kiri berdiri dua orang aneuk syahi sebagai pengiring tari.

Tata Busana Tari Seudati

Berdasarkan buku Pengetahuan Tari (2008) oleh Nurwani, busana tari Seudati terbuat dari sutera. Untuk celana berwarna gelap atau hitam, sedangkan untuk baju kemeja lengan panjang dan tangkuluk kasab terbuat dari kain kasab.

Tari Seudati juga menggunakan rencong yang diselipkan pada kain songket di samping pinggang kiri. Rencong ini dilambangkan sebagai keperkasaan dan kepahlanwanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Keunikan Tari Legong, Tari Tradisional Bali

Mengenal Keunikan Tari Legong, Tari Tradisional Bali

News | Rabu, 22 September 2021 | 18:47 WIB

6 Tarian Daerah Kalimantan Barat, Unik dan Penuh Makna

6 Tarian Daerah Kalimantan Barat, Unik dan Penuh Makna

Kalbar | Kamis, 29 Juli 2021 | 10:16 WIB

Bikin Bangga! Wanita Ini Menari Tarian Tradisional di Keramaian Kota Macau

Bikin Bangga! Wanita Ini Menari Tarian Tradisional di Keramaian Kota Macau

Hits | Senin, 08 Februari 2021 | 16:21 WIB

Terkini

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

News | Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 16:02 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

News | Senin, 13 April 2026 | 15:29 WIB