Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
Selat Hormuz (Instagram)
baca 10 detik
  • Donald Trump memerintahkan blokade laut total terhadap Iran setelah perundingan nuklir di Islamabad gagal.

  • Militer Amerika Serikat disiagakan dalam posisi siap tempur untuk menjaga keamanan navigasi Selat Hormuz.

  • Kebijakan blokade ini memicu kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan stabilitas ekonomi global mendatang.

Suara.com - Kebijakan luar negeri Amerika Serikat memasuki babak baru yang lebih agresif melalui instruksi blokade laut total terhadap wilayah Iran.

Langkah drastis ini diambil setelah upaya diplomasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Pakistan gagal melunakkan posisi Teheran.

Dikutip BBC, Blokade ini menjadi sinyal bahwa Washington tidak lagi mengedepankan meja perundingan sebagai jalan tunggal penyelesaian konflik nuklir.

Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)
Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)

Strategi ini dirancang untuk memutus urat nadi ekonomi Iran sekaligus merespons pungutan ilegal di jalur perdagangan internasional.

Langkah militer ini diprediksi akan mengubah peta stabilitas energi global dalam beberapa pekan ke depan.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat kini berada dalam status siaga tinggi untuk melakukan serangan lanjutan.

"Militer AS berada dalam posisi 'siap tempur' dan siap melanjutkan serangan terhadap Iran pada 'waktu yang tepat'," tegas Trump.

Keputusan ini muncul karena Iran dianggap tetap keras kepala dalam mempertahankan program pengembangan senjata nuklirnya.

Padahal, tim negosiator AS telah menghabiskan waktu selama 20 jam dalam pembicaraan intensif di Islamabad.

baca juga

Trump menginstruksikan penghapusan ancaman ranjau di Selat Hormuz guna menjamin kelancaran navigasi bagi kapal-kapal negara sekutu.

Perbedaan Daftar Tuntutan dalam Negosiasi

Seorang pejabat internal AS mengungkapkan bahwa kendala kesepakatan sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar isu nuklir.

Persoalan utama mencakup dominasi Iran atas Selat Hormuz hingga dukungan finansial kepada jaringan proksi seperti Houthi dan Hizbullah.

"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Instruksi terbaru dari Komando Pusat AS bahkan lebih ketat dengan melarang semua aktivitas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×