alexametrics

Presiden RI Joko Widodo di Global Covid-19 Summit: Dorong Penguatan Sistem Kesehatan Dunia

RR Ukirsari Manggalani | Ummi Hadyah Saleh
Presiden RI Joko Widodo di Global Covid-19 Summit: Dorong Penguatan Sistem Kesehatan Dunia
Presiden RI Joko Widodo dalam acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual, Kamis (23/9/2021) [BPMI].

Indonesia mendorong penguatan sistem ketahanan kesehatan dunia.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa krisis Covid-19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global, baik di negara berkembang maupun di negara maju.

Oleh sebab, disebutkannya arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan.

"Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan," ujar Presiden Joko Widodo di acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Dalam keterangannya, Presiden Joko Widodo menyebutkan standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar tersebut antara lain mengatur perjalanan lintas batas negara.

Baca Juga: Positivity Rate di Bawah 5 Persen, Satgas Covid-19 Optimis Pandemi Bisa Lebih Terkendali

Di samping itu, Jokowi juga menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi. Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.

"Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global," tuturnya.

Terkait dengan vaksin, Jokowi kembali menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. Menurutnya, solidaritas dan kerja sama merupakan kunci agar dunia segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama.

"Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan," katanya.

Baca Juga: Bahas Indikator Negara Maju, Sri Mulyani Singgung Kualitas SDM Indonesia

Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 ini digagas Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Serta menjadi pertemuan kedua yang digagasnya usai Meeting of Major Economic Forum pada 17 September 2021.

Dalam acara tersebut, Kepala Negara Republik Indonesia Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Komentar