Pendekatan Militer dan Ekonomi Dinilai Tak Pernah Bisa Selesaikan Semua Masalah di Papua

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB
Pendekatan Militer dan Ekonomi Dinilai Tak Pernah Bisa Selesaikan Semua Masalah di Papua
Sekitar 250 tenaga kesehatan di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menggelar aksi long march dan bakar seribu lilin, Kamis 16 September 2021 [KabarPapua.co]

Suara.com - Aksi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan merupakan tindakan yang tak berperikemanusian.

Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Aktivis dan Warga (Pandawa) Nusantara Faisal Anwar dalam diskusi virtual Jakarta Journalist Center yang bertajuk Kejahatan KKB Papua, Pendekatan Ekonomi atau Budaya pada Kamis (23/9/2021).

"Kelompok teroris KKB ini melakukan aksinya dengan cara melakukan aksi aksi yang saya pikir ini juga tidak perkemanusiaan, salah satunya (korban) tenaga kesehatan," ujar Faisal.

Pernyataan Faisal merespon serangan KKB yang baru-baru ini terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021).

Diketahui, KKB melakukan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, membakar fasilitas umum, mulai dari puskesmas, sekolah, pasar, kantor Bank Papua hingga perumahan guru dan tenaga medis.

Seorang suster atas nama Gabriela Meilan (22) gugur dalam serangan KKB tersebut, ia kabur ke jurang hingga nyawanya tak terselamatkan.

Karena itu Faisal berharap perlu ada langkah-langkah yang lebih komprehensif dan sigap yang harus dilakukan TNI-Polri dalam menghadapi KKB. Terlebih tenaga kesehatan menjadi korban dalam penyerangan KKB.

"Keberadaan aparat kita TNI dan Polri disana itu jangan ragu, harus tegas, karena ini bicaranya lagi bukan persoalan masalah yang sepele, karena sudah menyangkut masalah para Nakes. Karena yang kita tahu di sini ini adalah sebagai garda terdepan dalam hal kemanusiaan , justru menjadi korban," ucapnya.

Ia menilai serangan yang dilakukan KKB membuktikan bahwa pendekatan dialog yang dilakukan pemerintah, belum menyentuh semua elemen di Papua.

baca juga

Sehingga menjadi tantangan bagi semua pihak untuk berkolaborasi mencarikan solusi melalui pendekatan-pendekatan dialog menyelesaiakn permasalahan di Papua.

"Begitu banyaknya ada adat dan kelompok-kelompok adat yang ada di Papua, ini menjadi suatu tantangan bagi stakeholder baik, Jakarta maupun para pemerintah daerah di sana, saling turut serta berkolaborasi memikirkan dan mencarikan solusinya, melalui pendekatan-pendekatan dialog," kata dia.

Selain itu, Faisal juga menekankan pendekatan kesejahteraan yang sampai saat ini belum dimiliki atau dinikmati oleh semua warga asli Papua.

"Jadi 'kue' dari undang-undang Otsus Papua yang kemarin itu yang jumlahnya puluhan triliun itu ya, itu dipandang dan dirasa belum dinikmati oleh seluruh orang asli Papua itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Faisal menyebut semua permasalahan di Papua tak pernah bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan militer ataupun ekonomi.  Namun harus ada pendekatan -pendekatan lain yang lebih adaptif dan transformatif.

"Semua masalah Papua tidak pernah bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan militer dan juga pendekatan ekonomi. Jadi perlu ada pendekatan-pendekatan lain yang lebih adaptif yang lebih transformatif dan sesuai dengan kecirikhasan Papua disana," ucap Faisal.

Begitupun soal diskriminasi dan rasisme, kata Faisal tak pernah bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan ekonomi ataupun militer.

"Persoalan diskriminasi dan rasisme, menjadi soal yang bukan hanya bisa dijawab dengan pendekatan yang lain dan bukan hanya pendekatan ekonomi apalagi. militer," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewas Dianiaya Teroris KKB Papua, Nakes Gabriella Dievakuasi dari Kiwirok

Tewas Dianiaya Teroris KKB Papua, Nakes Gabriella Dievakuasi dari Kiwirok

News | Selasa, 21 September 2021 | 11:01 WIB

Sambil Tersedu, Nakes Cerita Kebrutalan KKB Papua di Kiwirok

Sambil Tersedu, Nakes Cerita Kebrutalan KKB Papua di Kiwirok

Lampung | Jum'at, 17 September 2021 | 15:47 WIB

TNI baku Tembak dengan KKB di Kiwirok Papua, Dandim: Tak Ada Prajurit Meninggal

TNI baku Tembak dengan KKB di Kiwirok Papua, Dandim: Tak Ada Prajurit Meninggal

Bali | Kamis, 16 September 2021 | 09:43 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB