alexametrics

Suasana Rumah Tempat Penjemputan Paksa Azis Syamsuddin

Erick Tanjung | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Suasana Rumah Tempat Penjemputan Paksa Azis Syamsuddin
Suasana rumah tempat penjemputan paksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021). [Suara.com/Yaumal]

Rumah yang diduga kediaman orang tua Azis itu tampak sepi.

Suara.com - Rumah orang tua Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tampak sepi pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perkara korupsi di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Rumah yang berada di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini diduga menjadi tempat persembunyian Azis saat dirinya sedang dicari oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi karena mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Rumah ini juga menjadi lokasi penjemputan paksa Azis, sebelum digiring ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pantauan pada Sabtu (25/9/2021) sore, rumah yang diduga kediaman orang tua Azis tampak sepi. Pagar rumah yang terbuat dari besi tertutup rapat. Tidak ada aktivitas penghuni rumah yang terlihat.

Baca Juga: Mundur Sebagai Wakil Ketua DPR, Golkar Siapkan Pengganti Azis Syamsuddin

Suara.com sempat mencoba untuk menemui Ketua RT setempat, namun seorang petugas yang berada di pos RT depan rumah tersebut enggan memberi tahu.

"Percuma, Pak RT enggak bakal mau ngomong," kata salah seorang petugas keamanan setempat.

Beberapa warga juga enggan berkomentar saat dimintai keterangan saat Azis dijemput paks oleh KPK.

"Aduh, urusan masing-masing, saya enggak tahu apa-apa," kata seorang perempuan paruh baya di lokasi.

Sebelumnya, pada Sabtu dini hari, Azis Syamsuddin resmi menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan suap. Penetapan itu diumumkan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

Baca Juga: Golkar Tak Mau Disangkut-pautkan Kasus yang Jerat Azis Syamsuddin

"Sehingga KPK sejak awal September 2021 meningkatkan status perkara ini ke Penyidikan dengan mengumumkan tersangka AZ (Azis Syamsuddin)," kata Firli.

Komentar