Ngeri, Peti Mati Berserakan di Lousiana setelah Diterjang Badai Ida

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Minggu, 26 September 2021 | 17:48 WIB
Ngeri, Peti Mati Berserakan di Lousiana setelah Diterjang Badai Ida
Ilustrasi peti mati. (Shutterstock)

Suara.com - Empat  minggu setelah terjangan badai Ida, kota Lousiana terus berbenah termasuk merapikan peti mati berisi jenazah manusia yang muncul di berbagai sudut kota.

Menyadur Daily Mail Minggu (26/9/2021), peti mati itu berserakan karena badai Ida juga menghancurkan brankas pemakaman.

Pendeta Haywood Johnson, dari St. Paul Missionary Baptist Church di Ironton mengatakan pada CNN peti mati itu belum dikembalikan ke pemakaman karena masyarakat sedang berusaha merenovasinya.

Plot pemakaman di daerah sekitar New Orleans biasanya sangat dangkal karena permukaan air tanah yang tinggi dan peti mati sering diletakkan untuk beristirahat di kubah dan makam di atas tanah.

Tetapi ketika air banjir dari Badai Ida menyapu wilayah itu pada akhir Agustus, banyak yang peti mati tersapu keluar dari brankas dan berserakan di sekitar kota.

Ilustrasi peti mati atau peti jenazah. (Pixabay/carolynabooth)
Ilustrasi peti mati atau peti jenazah. (Pixabay/carolynabooth)

Johnson menunjuk sepasang peti mati milik ayah dan anak perempuan yang berakhir bersebelahan di halaman depan rumah warga.

Peti mati lain terlihat terbalik di dekat tanggul, sementara brankas pemakaman seberat ribuan pon disapu badai hampir tiga ribu kaki sebelum berakhir di depan gereja.

Johnson mengatakan dia masih mencari peti mati ibu, paman, dan saudara perempuannya sendiri.

"Mereka dikejutkan oleh besarnya kehancuran, tapi mereka jadi lebih kewalahan karena orang yang dicintai mengambang dan akhirnya mendarat di jalanan dan pekarangan warga, di sisi tanggul dan di luar di lapangan."

"Salah satu hal yang mengganggu saya adalah bahwa saya adalah orang yang mengubur sebagian besar orang-orang itu, sebagian besar yang meninggal dan itu seperti menarik keropeng dari luka," tambah Johnson.

Komunitas Ironton memiliki populasi 175 orang dan terletak di tepi barat Sungai Mississippi di Paroki Plaquemines yang lebih rendah.

Warga meminta pemerintah federal untuk membantu daerah yang terkepung dengan proses pembangunan kembali setelah jalur destruktif Ida, WDSU melaporkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Menurun Drastis, Produksi AS Masih Terdampak Badai Ida

Harga Minyak Menurun Drastis, Produksi AS Masih Terdampak Badai Ida

Bisnis | Kamis, 09 September 2021 | 10:34 WIB

Badai Ida Tewaskan 50 Orang di Timur Laut AS

Badai Ida Tewaskan 50 Orang di Timur Laut AS

News | Senin, 06 September 2021 | 10:51 WIB

Badai Ida Hantam AS di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19

Badai Ida Hantam AS di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19

Video | Jum'at, 03 September 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB