alexametrics

Sudah Jalan Tiga Bulan, 15 Persen Anak Usia di Bawah 18 Tahun di Jakarta Belum Divaksin

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Sudah Jalan Tiga Bulan, 15 Persen Anak Usia di Bawah 18 Tahun di Jakarta Belum Divaksin
Vaksinasi anak usia 12-17 tahun di SMAN 20 Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021). [Instagram@aniesbaswedan]

Dwi merinci hingga 24 September 2021 lalu, jumlah anak usia di bawah 18 tahun yang sudah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19 adalah 856.459 orang.

Suara.com - Capaian vaksinasi untuk anak usia 18 tahun ke bawah di Jakarta masih belum mencapai target. Sejauh ini, dari total anak usia sekolah yang ada di Jakarta, masih 15 persen yang belum divaksin.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan berdasarkan catatan pihaknya, baru 85 persen anak usia 12-17 tahun yang sudah divaksin. Padahal, program ini sudah dijalankan sejak awal Juli lalu.

"Masih ada 15 persen remaja yang harus kita dorong untuk segera vaksin," ujar Dwi kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Dwi merinci hingga 24 September 2021 lalu, jumlah anak usia di bawah 18 tahun yang sudah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19 adalah 856.459 orang.

Baca Juga: COVID-19 Jakarta Terkendali, Anies Ibaratkan seperti Film Avengers, Ini Penjelasannya

Ia pun menyebut ada sejumlah alasan yang membuat para anak ini tidak mau divaksin. Misalnya, orang tua yang belum mau memberikan izin karena takut dengan efek samping setelah disuntik.

Kendati demikian, ia menyebut masih akan berupaya hingga capaian vaksin mencapai 100 persen.

"Kami akan berusaha menjangkau semua orang ber-KTP DKI yang sampai saat ini belum vaksin," tuturnya.

Ia menyadari pentingnya melakukan vaksinasi bagi anak apalagi kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) campuran sudah dimulai. Para orang tua harus dikomunikasikan agar ikut mendorong anaknya mau divaksin.

"Segala daya kami usahakan supaya remaja, guru, masyarakat lain yang belum divaksin bisa segera divaksin," pungkasnya.

Baca Juga: Hits: Kebiasaan yang Picu Pendarahan Otak, Tukul Arwana Jalani Proses Fisioterapi

Komentar