Jejak Kaki Manusia Tertua di Amerika Berusia 23.000 Tahun Ditemukan

Siswanto, BBC

Senin, 27 September 2021 | 09:48 WIB
Jejak Kaki Manusia Tertua di Amerika Berusia 23.000 Tahun Ditemukan
BBC

Suara.com - Temuan terbaru berupa jejak manusia prasejarah berusia 23.000-21.000 tahun telah mematahkan perkiraan sebelumnya mengenai keberadaan manusia pertama di Amerika.

Topik mengenai kapan pertama kali manusia menapakkan kaki di Amerika dari Asia telah menjadi kontroversi selama beberapa dekade.

Banyak ilmuwan ragu dengan bukti keberadaan manusia pertama yang mencapai pedalaman Amerika Utara lebih dari 16.000 tahun lalu.

Sekarang, sebuah tim yang bekerja di New Meksiko telah menemukan sejumlah jejak kaki manusia yang diperkirakan berusia antara 23.000-21.000 tahun.

Temuan ini bisa mengubah pandangan mengenai kapan benua ini pertama kali diduduki manusia.

Temuan ini juga menunjukkan kemungkinan migrasi besar yang kita tidak ketahui. Dan ini mendorong kemungkinan populasi awal ini telah punah.

Jejak kaki terbentuk di dalam lumpur lunak di pinggiran danau dangkal yang sekarang menjadi bagian dari danau kering Alkali Flat di Taman Nasional White Sands.

Baca Juga:

Tim dari Survei Geologi AS melakukan penanggalan radiokarbon pada biji-bijian (sampel) yang ditemukan di lapisan atas dan bawah sedimen tempat jejak kaki ditemukan.

Dari situ, para peneliti mendapatkan penanggalan yang sangat tepat untuk bekas telapak kaki itu sendiri.

Dari ukurannya, menurut para peneliti, jalur perjalanan ini utamanya berasal dari kaki para remaja dan anak-anak kecil yang bepergian bolak-balik - terkadang bersama dengan orang dewasa.

Temuan ini telah membuka jendela baru yang menarik mengenai seperti apa kehidupan bagi penduduk awal yang saat ini ada di Barat Daya AS.

Bukti jejak kaki tak seperti batu

Para peneliti tak tahu pasti apa yang dilakukan para remaja itu, tapi ada kemungkinan mereka membantu orang-orang dewasa yang punya kebiasaan berburu. Hal in seperti terlihat dalam budaya penduduk Amerika asli di kemudian hari.

Kebiasaan ini dikenal dengan buffalo jump [formasi penduduk asli Amerika Utara dalam berburu bison dengan jumlah besar] dan termasuk menggiring hewan-hewan buruan itu ke tepian jurang.

Hewan buruan "semuanya harus diproses dalam waktu singkat," jelas Dr Sally Reynolds, salah satu penulis dari Universitas Bournemouth.

"Orang harus menyalakan api, dan harus mulai memisahkan bagian lemaknya dengan cara dibakar." Para remaja bisa membantu mengumpulkan kayu bakar, air atau hal terkait proses ini.

Umur dari penemuan ini adalah yang utama, karena banyak klaim yang tak terhitung mengenai pendudukan awal manusia di Amerika. Perdebatan ini dilakukan dengan sejumlah cara.

Sering kali perdebatan mempersoalkan apakah alat-alat batu yang ditemukan di situs kuno itu benar-benar peninggalan budaya, atau jangan-jangan hanya batu yang pecah melalui proses alami - seperti pecahan batu yang jatuh dari tebing.

Artefak yang digunakan penduduk awal terkadang kurang jelas untuk dipahami dibandingkan dengan mata tombak yang dibuat dengan baik di Amerika Utara pada 13.000 tahun yang lalu dan seterusnya. Hal ini menimbulkan keragu-raguan mengenai identitas mereka.

"Salah satu alasan kenapa banyak perdebatan adalah karena kurangnya data yang jelas dan tegas. Itulah yang kami pikir, kami kemungkinan besar sudah mendapatkannya," kata Prof Matthew Bennett, penulis utama dari jurnal penelitian Universitas Bournemouth kepada BBC News.

"Jejak kaki tidak seperti artefak batu. Jejak kaki ya jejak kaki, dan ini tak bisa bergerak naik-turun [di lapisan tanah]."

Sementara, sifat alami dari bukti fisik ini sulit untuk diabaikan, para peneliti harus memastikan bukti penanggalan itu - secara harfiah - kedap air.

Persoalan rumit yang dicatat oleh jurnal selama tahap awal penelitian adalah "efek reservoir". Hal ini mengacu pada karbon yang ditemukan terkadang berdaur ulang di lingkungan berair, mengganggu hasil radiokarbon [penanggalan] dengan membuat situs tampak lebih tua dari usianya.

Namun, para peneliti mengatakan mereka telah memperhitungan efek ini, dan meyakini hal itu tidak berpengaruh banyak terhadap objek penelitian.

Prof Tom Higham, ahli penanggalan radiokarbon di Universitas Vienna mengatakan: "Mereka telah melakukan pemeriksaan penanggalan dari materi terdekat lokasi jejak kaki, dan menemukan bahwa sampel terestrial (arang) menunjukkan usia yang sama dari spesies air, yang mereka ukur usianya dari dekat lokasi jejak kaki."

"Mereka juga berpendapat, menurut saya dapat dibenarkan, bahwa saat orang-orang berjalan di sana, air danau saat itu pasti dangkal, sehingga bisa mencegah efek reservoir yang ditunjukan oleh sumber karbon lama."

Konsistensi hasil dan dukungan dari teknik penanggalan yang berbeda diterapkan kepada masing-masing situs telah mendukung validitas hasilnya, tambahnya.

"Menurut saya, secara keseluruhan ini berusia rentang 21.000 sampai 23.000 tahun," kata Prof Higham kepada BBC News.

Pro dan kontra di dunia arkeologi mengenai manusia pertama Amerika berkaitan dengan hal ini.

Selama paruh kedua Abad ke-20, sebuah konsensus muncul di antara para arkeolog Amerika Utara, bahwa orang-orang dengan budaya Clovis merupakan yang pertama menduduki Amerika.

Clovis merupakan budaya Palaeo-India di Amerika Tengah dan Utara diperkirakan periode 11.500 - 11.000 tahun lalu, dengan peninggalan berupa mata panah batu berbentuk daun tebal yang biasa disebut titik Clovis.

Gelombang manusia prasejarah ini diperkirakan telah menyeberangi jembatan darat melintasi Selat Bering yang menghubungkan antara Siberia dan Alaska selama zaman es terakhir, ketika permukaan laut turun.

Ketika gagasan "Clovis yang pertama" mulai berlaku, laporan tentang pendudukan yang lebih tua dianggap tidak bisa diandalkan, dan sejumlah arkeolog benar-benar berhenti untuk menggali tanda-tanda pendudukan sebelumnya.

Tapi pada 1970-an, pandangan tua ini mendapat tantangan.

Pada 1980-an, bukti yang kuat kehadiran manusia berusia 14.500 tahun telah muncul di Monte Verde di Chili.

Dan sejak 2000-an, situs pra-Clovis lainnya telah diterima secara luas - seperti Kompleks Buttermilk Creek berusia 15.500 tahun di Texas tengah, dan situs Cooper Ferry berusia 16.000 tahun di Idaho.

Sekarang, bukti jejak kaki dari Meksiko Baru menunjukkan manusia sudah berhasil mencapai pedalaman Amerika Utara pada periode Zaman Es akhir.

Gary Haynes, seorang professor emeritus di Universitas Nevada, Reno, mengatakan: "Saya tak bisa menemukan kesalahan pada hasil penelitian itu, atau dengan interpretasi - jurnal ini penting dan provokatif.

"Jalurnya sangat jauh ke selatan dari penghubung daratan Bering hal ini membuat kita bertanya-tanya (1) apakah orang-orang atau nenek moyang mereka (atau orang lain) berhasil melewati Asia ke Amerika jauh lebih awal, (2) apakah mereka berpindah cepat melalui benua-benua setelah melalui penyeberangan (3) apakah mereka meninggalkan keturunan."

Dr Andrea Manica, ahli genetika dari Universitas Cambridge mengatakan, temuan ini memiliki dampak penting bagi sejarah populasi Amerika.

"Saya tak bisa berkomentar mengenai keandalan penanggalan ini (bukan bidang saya), tapi bukti kuat tentang keberadaan manusia di Amerika Utara 23.000 tahun lalu, ini bertentangan dengan jalur genetika, di mana secara jelas menunjukkan pemisahan penduduk Amerika Asli dari Asia sekitar 15-16.000 tahun lalu," katanya kepada BBC News.

"Ini menunjukkan bahwa koloni pertama Amerika telah digantikan ketika sekat-sekat es terbentuk, dan koloni yang lainnya datang. Kami tak tahu bagaimana itu terjadi."

Ikuti Paul Rincon dio Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun, Tertua di AS

Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia Berusia 12.000 Tahun, Tertua di AS

Tekno | Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:53 WIB

Terkini

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

News | Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 06:21 WIB

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB