"Setiap tahun, puluhan bangunan berpindah kepemilikannya. Selama ini kami telah mengalihkan atau menjual 1.767 benteng ringan dan 112 benteng berat," katanya.
Tentara Ceko berencana untuk menjual hampir semua benteng atau memberikannya ke daerah dan kota secara gratis.
"Tentara hanya akan menyimpan beberapa bangunan untuk keperluannya sendiri, seperti fasilitas penyimpanan," kata Sykora kepada DW.
Di antara mereka terutama bangunan benteng yang lebih besar. Tentara ingin mempertahankan salah satunya, misalnya, karena memiliki stasiun seismik untuk memantau ledakan nuklir.
Penjualan bunker meningkat
Setiap tahun, lebih banyak bunker benteng perbatasan ditawarkan untuk dijual di situs web tentara Ceko.
"Harga biasanya berkisar dari €1.000 (Rp16,7 juta) hingga beberapa puluh ribu euro," kata Sykora.
Benteng kecil yang paling umum adalah "ropik". Namun, di beberapa daerah yang sangat menarik, seperti daerah penghasil anggur di sekitar Mikulov di Moravia selatan, harga bunker empat kali lipat lebih mahal dari yang lain.
Karena fasilitas dijual di pelelangan umum, harga bunker akhirnya bisa lebih tinggi.
Meski demikian, minat membeli bunker semakin meningkat. "Tawaran saat ini termasuk, antara lain, 22 objek yang sangat dicari dari bekas instalasi perbatasan,” kata Jiri Caletka, seorang insinyur di departemen pers Kementerian Pertahanan.
Dari bunker ke objek wisata
Beberapa bangunan telah direnovasi dan diubah menjadi museum yang sekarang menarik wisatawan dari Republik Ceko maupun dari luar negeri.
Situs yang paling banyak dikunjungi adalah benteng artileri Hurka di pinggiran utara Kraliky, di kaki pegunungan Sudetes dekat perbatasan utara dengan Polandia.
"Pada bulan Juli dan Agustus tahun ini saja, kami memiliki lebih dari 20.000 pengunjung setiap bulan,” Martin Rabon, ketua komunitas sukarelawan Asosiasi Sahabat Benteng Cekoslowakia, mengatakan kepada DW.
"Karena benteng kami terletak di jalan utama antara Praha dan resor ski Dolni Morava, benteng itu adalah satu-satunya yang terbuka untuk pengunjung sepanjang tahun," kata Rabon, yang asosiasinya telah aktif dalam pekerjaan sukarela selama 30 tahun.
Monumen budaya yang unik Rabon tidak menentang penjualan bunker, yang seringkali tidak memiliki status lindung atau bangunan bersejarah, kepada individu pribadi.
Namun, dia menunjukkan bahwa terkadang tidak ada akses jalan ke bangunan tersebut dan kepemilikan daerah sekitarnya sering kali tidak jelas. "Membeli sesuatu seperti ini adalah omong kosong," kata Rabon.
Belakangan ini, dia semakin banyak dimintai saran oleh calon pembeli.
"Saran utama kami kepada calon pembeli adalah mendapatkan hak atas tanah di sekitar fasilitas yang bersangkutan terlebih dahulu."
Beberapa properti, seperti benteng artileri Bouda, yang juga diawasi oleh asosiasi Rabon, adalah monumen budaya Republik Ceko.
"Namun, garis pertahanan secara keseluruhan tidak dilindungi sebagai monumen,” katanya.
"Itulah mengapa masuk akal bagi tentara untuk menyingkirkan benteng."
Namun, Rabon khawatir bahwa struktur tersebut mungkin tidak dinilai oleh pembeli karena signifikansi historisnya.
"Nasib masa depan monumen-monumen unik ini harus dipastikan. Bagaimanapun, mereka adalah saksi antusiasme patriotik Ceko untuk membela republik di akhir 1930-an," katanya. (ha/vlz)
