Jokowi Katanya Tak Antikritik, Mahasiswa Minta Tolong Kok Ditangkap?

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Rabu, 06 Oktober 2021 | 18:06 WIB
Jokowi Katanya Tak Antikritik, Mahasiswa Minta Tolong Kok Ditangkap?
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Presiden Joko Widodo di beberapa kesempatan menyebut dirinya tidak antikritik. Ia bilang sudah terbiasa disebut Komunis/PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, hingga dijuluki the king of lip service. Pernyataan pedas itu sudah jadi makanan sehari-hari, katanya.

“Saya kira itu bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi kritik itu boleh boleh saja dan universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi,” ujar Jokowi, Selasa 28 Juni lalu.

Pernyataan Jokowi itu bertolak belakang dengan dengan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Seorang peternak ayam di Blitar, Jawa Timur ditangkap hanya karena membentangkan poster saat presiden melintas. Terakhir 10 mahasiswa di Solo juga ditangkap, lagi-lagi hanya karena bentangkan poster. Padahal isi poster mereka cuma menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

SEPULUH mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dikabarkan ditangkap pada Senin, 13 September 2021 . Mereka ditangkap karena membentangkan poster ketika Jokowi berkujung ke kampus UNS Solo. Salah satu poster tersebut bertuliskan pesan ‘Pak Tolong Benahi KPK’.

Namun, aparat kepolisian membantah telah melakukan penangkapan. Mereka berdalih hanya memberi pemahaman dan pengertian cara penyampaian pendapat yang baik. “Pak, aku wis mulih. Mahasiswa UNS sing dicekal pas Pak Jokowi teka, salah sijine aku. (Pak saya sudah pulang. Mahasiswa UNS yang ditangkap saat pak Jokowi datang, salah staunya saya),” ujar Bagus diujung telepon kepada Bapaknya. Namanya sengaja disamarkan karena masih trauma dan merasa terancam.

Presiden Jokowi mengunjungi vaksinasi pelajar di SLBN 1 Bantul, Jumat (10/09/2021) lalu.
Presiden Jokowi mengunjungi vaksinasi pelajar di SLBN 1 Bantul, Jumat (10/09/2021) lalu.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Bagus dipulangkan bersama sembilan kawannya, sesama mahasiswa UNS Solo. Ia bergegas menghubungi bapaknya lewat sambungan telepon sekadar memberikan kabar. “Walah, wani temen kowe le. Ya wis ora papa, Bapak seneng kowe totalitas. Sesuk, nek arep ngene maneh, sing penting ati-ati (Walah, berani sekali kamu nak, ya sudah tak apa-apa, Bapak senang kamu total. Besok kalau begitu lagi yang penting hati-hati)”.

Kaget dan khawatir, itu kesan pertama yang dirasakan orang tua Bagus saat tahu salah satu mahasiwa UNS Solo yang ditangkap ialah putranya. “Saya termasuk yang totalitas kata orang tua. Tapi ya mungkin dari orang tua mengharapkan coba penyampaian secara lisan, baik, dan sebagainya,” tutur Bagus kepada suara.com.

Halte UNS Solo

Sedari pagi Bagus telah bersiaga di Halte UNS Solo. Dia bersiap membentangkan poster bertuliskan ‘Pak Tolong Benahi KPK’ ketika nanti rombongan Jokowi melintas. Harapannya, sang presiden membaca pesan tersebut. Kemudian tergugah membenahi lembaga antirasuah yang kehilangan kepercayaan publik tersebut.

baca juga

Di titik-titik lain sekitar kampus, kawan-kawan Bagus dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS Solo juga telah menyiapkan hal serupa. Ada tujuh poster yang telah mereka siapkan. Selain menyoal permasalahan KPK, isu lain yang hendak disuarakan lewat poster itu yaitu persoalan petani lokal, hukum, hingga kasus pelanggaran hak asasi manusia/HAM. “Tapi dari pihak kepolisian dan intel itu memang sudah banyak sekali. Mungkin dua dari tujuh poster saja yang bisa kami bentangka,” ucap Bagus.

Satu dari dua poster yang berhasil dibentangkan ialah poster bertuliskan ‘Pak Tolong Benahi KPK’. Foto-foto ketika Bagus membentangkan poster itu viral di media sosial. “Saya itu dua kali bentangkan poster, pas Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) dan Pak Jokowi melintas,” katanya.

Aksi membentangkan poster yang dilakukan Bagus berlangsung singkat. Hanya berkisar 10 menit. Tiba-tiba lima orang berambut cepak dan berbadan tegap dengan pakaian biru muda dan putih dilengkapi handy talky alias HT menghampirinya. Tanpa berucap mereka merampas poster dan menggeledah badan Bagus. “Saya pun langsung ditangkap,” beber Bagus.

Tangkapan layar video seorang pria membentangkan poster saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Blitar, Selasa (7/9/2021). [Foto: Times Indonesia/Istimewa]
Tangkapan layar video seorang pria membentangkan poster saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Blitar, Selasa (7/9/2021). [Foto: Times Indonesia/Istimewa]

Tak pernah terbayang olehnya, poster permintaan ‘tolong’ itu akan berujung penangkapan. Dalam pikirannya, paling poster tersebut hanya dirampas. Ia mengaku panik dan cemas saat digelandang ke dalam sebuah mobil. Saat itu dia hanya seorang diri. Ia baru sedikit tenang ketika beberapa temannya menyusul digelandang ke mobil tersebut. “Sempat panik juga dalam posisi itu. Alhasil ya mungkin karena saya nggak sendiri, itu sedikit menenangkan,” katanya.

Dalih Polisi

Sekitar pukul 12.00 WIB siang, Bagus bersama sembilan kawannya digiring masuk mobil polisi lalu dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk diperiksa. Di kantor polisi ia diperiksa selama hampir 4 jam. “Di Polres kami diperiksa sampai pukul 15.30 WIB dan baru dipulangkan pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Memang tak ada kekerasan selama proses pemeriksaan. Namun saat penangkapan beberapa diantara mereka ada yang digampar dan dipukul.

Bagus dan kawan-kawannya, mahasiswa UNS Solo sudah meminta kepada pihak universitas agar dipertemukan dengan presiden untuk menyampaikan aspirasi. Namun permintaan tersebut tidak mendapat respon, hingga akhirnya mereka secara spontanitas mencoba menyampaikan aspirasi melalui sebuah poster.

“Terus begaimana solusinya selain ini?” mereka bertanya balik ke polisi. “Akhirnya kami juga belum dapat hal yang memuaskan ketika bapak polisi itu menyampaikan kepada kami. Intinya itu mereka melarang kami menyampaikan pesan lewat poster,” imbuh Bagus.

Setelah apa yang terjadi di balik peritiwa ini, Bagus tetap berusaha merawat keberanian dalam dirinya. Mengkritisi pelbagai permasalahan yang merugikan rakyat dan mecoba menyampaikan aspirasinya. “Tapi secara trauma mungkin awal-awal penangkapan, mungkin agak wah seperti ini ternyata. Itu menjadi hal yang paling mengena,” tuturnya.

Traumatis akibat tindakan represif aparat tak dipungkiri masih mebekas dalam diri Bagus. Terlebih, bahasa sopan ‘meminta tolong’ saja tak bisa menjaminnya bebas dari tindakan represif aparat.

Teguran Jokowi


“Saya sudah tegur Kapolri soal ini,” kata Jokowi kepada sejumlah pimpinan redaksi media dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Rabu (15/9) lalu.

Dia menyampaikan itu merespon tindakan represif aparat kepolisian terhadap kritik lewat mural hingga penyampaian aspirasi mahasiswa dan peternak di tengah kunjungan kerjanya di beberapa daerah. “Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dari Kapolres juga menyatakan bukan kebijakan mereka, tapi Polsek,” imbuh Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu kemudian mengklaim bukan pribadi yang antikritik. Katanya dia sudah terbiasa dikritik. “Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, lip service. Itu sudah makanan sehari-hari,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi door to door di kawasan Klaten, Jawa Tengah. (istimewa)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi door to door di kawasan Klaten, Jawa Tengah. (istimewa)

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yowono menggelar jumpa pers. Dia menginformasikan jika Kapolri Jendreal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolda agar berpedoman pada Surat Telegram Nomor: STR 862/IX/PAM.III/2021. Dalam Surat Telegram itu Listyo meminta agar seluruh Kapolda dan jajarannya tidak reaktif terhadap masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di tengah kujungan presiden. “Agar tidak terulang kembali, disampaikan kepada para Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) di jajaran Polda seluruh Indonesia untuk perhatikan pedoman yang diarahkan Bapak Kapolri,” tutur Argo.

Respon Lambat

Pengamat Kepolisian dari Institut for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai Kapolri Listyo Sigit Prabowo sering kali telat dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Bambang mencatat, setidaknya sudah dua kali Listyo dapat teguran dari Jokowi. Pada Juni lalu, Jokowi pernah menelepon mantan ajudannya itu untuk membenahi permasalahan premanisme di Jakarta Utara. Jokowi menghubungi Listyo setelah menerima keluhan langsung dari sopir truk kontainer di tengah kunjungan kerjanya ke Jakarta Utara.

“Listyo harus segera berbenah, karena bila terjadi berikutnya, artinya dia harus siap untuk direshuffle,” kata Bambang.

Presiden BEM UNS Solo, Zakky Musthofa tidak yakin represifitas aparat kepolisian bakal hilang dengan keluarnya Surat Telegram Kapolri. Namun ia tetap berharap Polri kembali ke maruahnya, melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. “Tinggal kita lihat saja ke depannya. Mungkin kami akan coba lagi menyampaikan aspirasi dengan upaya-upaya lain, mereka (aparat kepolisian) bakal reaktif atau seperti apa,” tutur Zakky.

Menurut laporan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), setidaknya ada 28 peristiwa pembungkaman kritik yang dilakukan oleh polisi dan apart pemerintah lainnya sepanjang Januari hingga September 2021. Sebanyak 13 kasus di antaranya berupa penangkapan sewenang-wenang dan 12 lainnya penghapusan mural.

Dari 28 kasus, 17 di antaranya dilakukan anggota polisi. Kemudian tujuh dari Satuan Polisi Pamong Praja atau Salpol PP dan empat dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Wacana Tambah Periode Presiden Jokowi, Komisi II DPR Tegaskan Pemilu Tetap 2024

Bantah Wacana Tambah Periode Presiden Jokowi, Komisi II DPR Tegaskan Pemilu Tetap 2024

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 18:03 WIB

SKB 3 Lembaga Dianggap Angin Lalu, Saiful Mahdi Tetap Mendekam Dalam Bui

SKB 3 Lembaga Dianggap Angin Lalu, Saiful Mahdi Tetap Mendekam Dalam Bui

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 17:22 WIB

DPR Diminta Segera Proses Amnesti Jokowi untuk Saiful Mahdi

DPR Diminta Segera Proses Amnesti Jokowi untuk Saiful Mahdi

Sumut | Rabu, 06 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Terkini

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:05 WIB

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 15:59 WIB

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

×