alexametrics

Penentuan Tanggal Pemilu 2024, DPR: Kalau Mau Paksa Bisa Saja Voting, Tapi Kami Hindari

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Penentuan Tanggal Pemilu 2024, DPR: Kalau Mau Paksa Bisa Saja Voting, Tapi Kami Hindari
Ilustrasi pemilu (VectorStock)

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyatakan, keputusan terkait jadwal Pemilu 2024 dimungkinkan diambil melalui mekanisme voting.

Suara.com - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyatakan, keputusan terkait jadwal Pemilu 2024 dimungkinkan diambil melalui mekanisme voting. Namun, mekanisme pemungutan suara untuk menentukan nasib pemilu dan pilkada serentak 2024 itu sangat dihindari.

Komisi II DPR memilih mengambil keputusan lewat kesepakatan semua pihak. Diketahui hingga kini pemeritah, DPR, dan KPU belum satu suara menyoal tanggal pencoblosan Pemilu. 

"Ngga, kita menghindari voting. Kalau mau paksa ambil keputusan bisa saja. Tapi kami sudah bersepakat karena ini hajatan kita semua," kata Doli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/10/2021).

"Kita ingin keputusan tentang pemilu ini kan yang akan menentukan nasib bangsa lima tahun yang akan datang, tentu kita sebisa nggak ambil konsep dan desain yang betul-betul berdasarkan konsensus kita semua, bukan karena menang-menangan," sambung Doli.

Baca Juga: Gerindra: Hindari Voting untuk Tentukan Jadwal Pemilu 2024

Doli menjelaskan, sejauh ini beberapa fraksi sudah menentukan sikap, apakah setuju usulan pemerintah Pemilu digelar 15 Mei 2024 atau sepakat usulan KPU pada 21 Februari 2024.

"Iya kan sudah dijelaskan, Golkar, Nasdem, Gerindra, PAN secara jelas mendukung pelaksanaan (Pemilu) 15 Mei dan tetap (Pilkada) 27 November." 

Sedangkan PDI Perjuangan, PKS, dan PPP lebih condong sepakat dengan usulan KPU yakni 21 Februari 2024.

"Nah, sementara Demokrat dan PKB menyerahkan sepenuhnya kesiapan dari KPU dan pemerintah," kata Doli.

Hindari Voting

Baca Juga: Saling Silang Jadwal Pemilu 2024, PKS: Baiknya Pak Jokowi Ikut KPU Saja

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengingatkan, penetapan jadwal Pemilu dan Pilkada 2024 harus diambil melalui musyawarah, bukan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.

Komentar