Profil Kishore Mahbubani, Profesor Singapura Bilang Jokowi Jenius

Rifan Aditya

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 14:50 WIB
Profil Kishore Mahbubani, Profesor Singapura Bilang Jokowi Jenius
Profil Kishore Mahbubani, Profesor Singapura Bilang Jokowi Jenius (twitter/mahbubani_k)

Suara.com - Kabar tentang Profesor Singapura bilang Jokowi jenius tengah jadi perbincngan hangat di jagat media sosial. Adapun profesor tersebut bernama Kishore Mahbubani. Bagi yang ingin mengetahui sosoknya, simak berikut ini profil Kishore Mahbubani.

Baru-baru ini, nama Kishore Mahbubani tengah jadi perbincangan hangat banyak orang. Pasalnya, Kishore Mahbubani memuji Jokowi jenius. Bahkan tagar #profesor pun sempat masuk dalam daftar trending topik Twitter.

Hal ini diketahui dalam tulisannya yang bertajuk 'The Genius of Jokowi' di projek Syndicate yang tayang 6 Oktober 2021. Adapun Project Syndicate ini merupakan media nirlaba yang berfokus terhadap isu-isu internasional.

Nah, bagi yang ingin mengenal sosoknya lebih jauh, simak berikut ini profil Kishore Mahbubani yang menarik untuk kita ketahui.

Biografi Kishore Mahbubani

Kishore Mahbubani adalah profesor yang berasal National University of Singapore. Beliau juga dikenal sebagai seorang pemikir global yang pernah juga menjabat sebagai diplomat.

Kishore Mahbubani lahir pada 24 Oktober 1948 di Singapura. Itu artinya, Beliau sekarang berusia 72 tahun. Kishore tinggal di Singapura, dan warga Negara Singapura. Beliau lulusan dari National University of Singapore, Universitas Dalhousie, dan St. Andrew's School.

Orang tua Kishore Mahbubani adalah Mohandas Mahbubani dan Janki Mahbubani. Sementara itu, istri Kishore Mahbubani bernama Anne King Markey.

Saat ini Kishore Mahbubani dikarunia 2 anak yang bernama Kishore Richard Markey Mahbubani dan Jhamat Markey Mahbubani.

baca juga

Perjalanan Karier Kishore Mahbubani

Melansir dari laman pribadinya, Jumat (8/10/2021), Kishore Mahbubani dikatakan cukup beruntung karena mampu merasakan dua karir berbeda, yakni (1) dunia diplomasi dari 1971-2004 dan (2) bidang akademis dari 2004-2019). 

Di bidang diplomasi, Kishore Mahbubani menjabat selama 33 tahun di Singapore Foreign Service (1971-2004). Beliau pernah juga menjabat sebagai Duta Besar PBB dari Singapura (1984-1989 dan 1998-2004). Selain itu, Beliau juga pernah menjabat Dewan Keamanan PBB (Mei 2002 dan Januari 2001).

Saat ini, Kishore Mahbubani tengah menjabat sebagai dosen Praktik Kebijakan Publik dan Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura.

Kishore Mahbubani memuji Jokowi jenius

Dalam tulisannya itu, Kishore mengatakan bahwa Jokowi patut menerima pengakuan atas kesuksesannya dalam memimpin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius Juga Pernah Sebut Ahok Mirip Lee Kwan Yew

Profesor Singapura yang Puji Jokowi Jenius Juga Pernah Sebut Ahok Mirip Lee Kwan Yew

Bali | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 04:10 WIB

Profesor Singapura Sebut Jokowi Jenius: Pemimpin Paling Efektif di Dunia

Profesor Singapura Sebut Jokowi Jenius: Pemimpin Paling Efektif di Dunia

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 11:51 WIB

Viral Mama Papua Puji Jokowi Anak Sorong: Kami Akan Ingat Kebaikan Bapak Seumur Hidup

Viral Mama Papua Puji Jokowi Anak Sorong: Kami Akan Ingat Kebaikan Bapak Seumur Hidup

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 09:50 WIB

Terkini

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:34 WIB

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:32 WIB

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:30 WIB

Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:27 WIB

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan

Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:07 WIB

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB