alexametrics

Pandemi Mereda, Rumah Sakit Mulai Kembali Layani Pasien Non-Covid-19

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Pandemi Mereda, Rumah Sakit Mulai Kembali Layani Pasien Non-Covid-19
Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash// Domininguez)

"...pasien yang tentu sudah cukup lama menunggu kapan dia harus ke rumah sakit, yang tadinya takut sekarang mereka sudah mulai datang ke rumah sakit."

Suara.com - Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mengungkapkan bahwa saat ini para pasien dengan penyakit non-covid sudah bisa kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan rutin, sebab pasien Covid-19 telah menurun.

Sekjen PERSI dr Lia G Partakusuma mengatakan saat ini rumah sakit mulai kembali membuka pelayanan perawatan penyakit lain yang sempat tertunda karena lonjakan gelombang kedua Covid-19.

"Sekarang kami sudah mulai membuka di akhir September dan awal Oktober, membuka pelayanan pasien-pasien non-covid, pasien yang tentu sudah cukup lama menunggu kapan dia harus ke rumah sakit, yang tadinya takut sekarang mereka sudah mulai datang ke rumah sakit," kata Lia dalam diskusi FMB9-KPCPEN, Selasa (12/10/2021).

Lia menyebut rumah sakit sekarang harus hati-hati dalam memilah pasien dan pendampingnya agar tidak terjadi penularan Covid-19 di rumah sakit.

Baca Juga: Data Dinas Kesehatan Sulsel: Tidak Ada Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

"Jadi kami sekarang mempunyai dua alur yang berbeda, mana pasien non-covid mana pasien yang covid, pasien covid masih tetap ada satu dua di rumah sakit masih dirawat, jadi kami punya satu ketentuan yang sangat ketat untuk screening, jadi siapa saja yang masuk rumah sakit harus melakukan pemeriksaan," jelasnya.

Meski begitu, Lia mengungkapkan secara nasional angka keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Covid-19 sudah di bawah 10 persen.

"BOR yang di rumah sakit itu rata-rata sudah di bawah 10 persen, artinya seluruh Indonesia sudah mengalami penurunan Covid yang cukup bermakna, tapi tentu kita tidak bisa euforia dan lengah, masih ada beberapa daerah yang BOR nya masih lebih dari 20 persen," ungkap Lia.

PERSI juga menyoroti angka kematian pasien Covid-19 yang belum konsisten menurun setiap harinya.

"Angka kematian kita ini naik turun, antara 2-3 persen, di bulan Oktober juga naik jadi 3,38 persen, padahal di bulan Juli kita cuma 2,66 persen, artinya walaupun kita dari segi angka kelihatan penurunan, tetapi kami di rumah sakit punya kewaspadaan yang tinggi," pungkasnya.

Baca Juga: Waspada Desember 2021, Indonesia Berpotensi Dihantam Gelombang Ketiga Covid-19

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.227.932 orang Indonesia, masih terdapat 24.430 kasus aktif, 4.060.851 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 142.651 jiwa meninggal dunia.

Komentar