Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:33 WIB
Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Komisi I DPR tegur TNI terkait keterlibatan anggota BAIS penyiraman air keras.
  • Dave Laksono kawal ketat penyidikan empat oknum TNI penyerang aktivis KontraS.
  • DPR apresiasi transparansi TNI akui keterlibatan prajurit dalam kasus Andrie Yunus.

Suara.com - Terungkapnya identitas empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang dikonfirmasi sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, memicu reaksi keras dari parlemen. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, melayangkan teguran serius kepada institusi TNI agar senantiasa menjaga profesionalisme prajurit.

Dave menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut merupakan penyimpangan fatal yang berpotensi merusak citra TNI di mata publik. Sebagai mitra kerja TNI, Komisi I menyatakan akan mengawal ketat seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

“Sebagai mitra pengawas, Komisi I DPR RI mencermati perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian. Kami menekankan pentingnya TNI menjaga integritas serta memastikan setiap prajurit memahami batasan hukum dan etika. Tindakan menyimpang tidak boleh dibiarkan mencoreng nama besar TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa,” ujar Dave kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Legislator Partai Golkar ini juga menilai aksi kekerasan tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan terhadap nilai-nilai fundamental negara. Ia menyampaikan rasa simpati mendalam kepada korban serta kekhawatiran atas dampak sosial yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.

“Kekerasan semacam ini tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga mencederai nilai demokrasi dan hak asasi manusia, serta mengikis kepercayaan publik terhadap peran institusi negara dalam menjaga keadilan dan keamanan,” tambahnya.

Meski memberikan teguran, Dave turut memberikan apresiasi atas keterbukaan TNI yang secara ksatria mengakui keterlibatan anggotanya dan segera melakukan penahanan. Menurutnya, transparansi ini merupakan langkah awal yang krusial menuju penegakan hukum yang adil.

“Pengakuan institusi dan langkah cepat menahan pelaku menunjukkan keseriusan dalam menegakkan disiplin. Ini menjadi sinyal positif bahwa penyidikan akan dilakukan secara transparan sesuai aturan hukum. Komitmen nyata ini penting guna menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” kata Dave.

Sebelumnya, Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus melibatkan empat prajurit TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Keempat personel tersebut kini telah ditahan di Pomdam Jaya. Pihak Puspom TNI memastikan akan segera memproses laporan polisi serta mengajukan permohonan *Visum et Repertum* (VeR) ke RSCM guna melengkapi berkas penyidikan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:32 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×