Epidemiolog UI Sebut Varian Delta Sadarkan Pemerintah Indonesia

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:24 WIB
Epidemiolog UI Sebut Varian Delta Sadarkan Pemerintah Indonesia
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau tempat isolasi terpusat dan sentra vaksinasi di Solo Raya, Kamis (5/8/2021). (Dok. Humas Kemenko Marves)

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono menilai lonjakan Covid-19 akibat varian delta telah membuat pemerintah sadar untuk mengutamakan kesehatan masyarakat di masa pandemi.

Pandu menyebut lonjakan varian delta membuat pemerintah sadar untuk memperbaiki secara masif kebijakan penanganan pandemi.

"Varian delta itu membangunkan mimpi kita atau ketidakseriusan pemerintah menjadi serius dan ditangani oleh beberapa orang sebetulnya, cuma Pak Luhut yang paling dominan yang melakukan meeting koordinasi dengan semua pihak, jadi yang dibangkitkan adalah leadership, koordinasi dan serentak di seluruh Indonesia," kata Pandu dalam diskusi virtual, Rabu (13/10/2021).

Pandu mengakui kebijakan pemerintah saat ini sudah jauh lebih baik ketimbang sebelum lonjakan pandemi akibat varian delta.

"Tidak pernah terpikir dulu PPKM Jawa-Bali sekaligus, atau luar Jawa-Bali sekaligus, itu tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah atau tidak diterima," ucapnya.

Dia juga menyebut pencegahan varian baru yang masuk ke Indonesia juga semakin ketat dengan penerapan skrining melalui aplikasi Pedulilindungi dan pemeriksaan varian yang lebih cepat.

"Ini satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dari pintu masuk dan kemungkinan adanya varian baru dengan memperkuat surveilans dengan genom sequencing, dan memperluas aplikasi verifikator untuk mendeteksi orang yang tadinya harus diisolasi tapi berkeliaran," tuturnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.227.932 orang Indonesia, masih terdapat 24.430 kasus aktif, 4.060.851 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 142.651 jiwa meninggal dunia.

Indonesia juga telah menyuntikkan 101,673,077 dosis (48.82 persen) vaksin pertama dan 58,720,535 dosis (28.20 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

baca juga

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Sambangi Rumah Luhut, Begini Penjelasan Haris Azhar

Pernah Sambangi Rumah Luhut, Begini Penjelasan Haris Azhar

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Rumah Sakit Diminta Siaga Ancaman Gelombang Ketiga, Lonjakan Covid-19 Akhir Tahun

Rumah Sakit Diminta Siaga Ancaman Gelombang Ketiga, Lonjakan Covid-19 Akhir Tahun

Bekaci | Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:30 WIB

Dituding Luhut Minta Saham Freeport, Haris Azhar Ngakak: Yang Ngomong Gak Ngerti Aturan

Dituding Luhut Minta Saham Freeport, Haris Azhar Ngakak: Yang Ngomong Gak Ngerti Aturan

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:19 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Potensi Pasar Game Indonesia Capai Rp 24 Triliun

Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Potensi Pasar Game Indonesia Capai Rp 24 Triliun

Sumbar | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:43 WIB

Terkini

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Lama Terpinggirkan dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kirim Sinyal ke John Herdman

Lama Terpinggirkan dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kirim Sinyal ke John Herdman

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Lampu Hijau dari Balai Kota: Ribuan SPD Terbit, Rapelan Gaji PJLP Mulai Dibayar

Lampu Hijau dari Balai Kota: Ribuan SPD Terbit, Rapelan Gaji PJLP Mulai Dibayar

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:08 WIB

×