Viral Mahasiswa Dibanting Oknum Polisi, dr Tirta Khawatirkan Kesehatannya: Sangat Bahaya

Reza Gunadha, Aprilo Ade Wismoyo

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:28 WIB
Viral Mahasiswa Dibanting Oknum Polisi, dr Tirta Khawatirkan Kesehatannya: Sangat Bahaya
Polisi Banting Mahasiswa Sampai Kejang Saat Demo di Tangerang. (Dok.Ist)

Suara.com - Peristiwa seorang oknum polisi membanting mahasiswa baru-baru ini viral di media sosial. Videonya viral di beragam platform medsos seperti Instagram, Youtube, hingga Twitter.

Dokter Tirta pun turut angkat bicara terkait tindakan oknum polisi yang dikecam banyak pihak tersebut. Ia menanggapi kejadian itu dari sisi medis.

Dalam sebuah cuitan di akun Twitternya, dokter Tirta mengomentari video tentang peristiwa tersebut dan menjelaskan bahaya yang mengancam kesehatan mahasiswa yang menjadi korban.

Jelaskan bahayanya bagi tulang punggung 

Dokter Tirta menyebut bahwa tindakan membanting yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut tak boleh ditiru oleh siapapun karena membahayakan tulang belakang.

Ia menjelaskan di bagian tulang belakang manusia terdapat sistem saraf pusat. 

"Tindakan membanting gini, jangan ditiru karena pada tulang belakang, ada sistem saraf pusat," ujar dokter Tirta dikutip suara.com, Kamis (14/10/2021).

"Yang bersangkutan, yang membanting sudah meminta maaf, tapi fyi (sebagai informasi) saja, tindakan ini sangat berbahaya mungkin sekarang selamat, itu alhamdulillah, tapi saya pernah melihat yang jatuh dan cidera tulang belakang," lanjutnya.

Dokter Tirta menyebut, orang yang mengalami benturan pada tulang belakang harus mendapat pengawasan selama 24 jam.

baca juga

"Aturan pada benturan tulang belakang adalah pengawasan 24 jam mengenai keluhan dia, apalagi pada kepala," pungkasnya.

Mahasiswa dibanting polisi. (Dok.Ist)
Mahasiswa dibanting polisi. (Dok.Ist)

Tanggapan warganet

Melihat cuitan tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka sepakat dengan pernyataan dokter Tirta.

"Bener dok, sempet punya temen yang jatuh ngglebak ditarik kursinya dan natap meja kena kepalanya, syukur sekarang masih sehat. Tapi bicaranya makin ngelantur," komentar salah seorang warganet.

"Bener dok, 2017 gue juga mengalami kekerasan dipukul, ditendang, dipiting aparat. Masuk rumah sakit 1 minggu. Efeknya ke jangka panjang. 2021 awal baru berasa efeknya, sempet kejadian tiba-tiba cedera punggung dan gak bisa duduk sama sekali. Katanya ada trauma tulang belakang," sahut warganet lain.

"Ada juga yang lumpuh karena cedera tulang belakangnya dok," tulis salah satu warganet.

"Ada efek ke depan yang bisa dicek secara medis ngga dok? Maklum yang namanya saraf kadang ngaconya baru ketahuan di masa depan," ujar warganet lain.

"Itu bantingnya di lantai keras seperti itu lho... ihhh.. sakit. Efek jangka panjangnya tuh dipikirkan," komentar salah satu warganet.

"Teman akrabku delu seperti ini, cuma gegara main bola jatuh kebelakang gini, saraf tulang belakangnya kena, dan jalannya bungkuk sampe 14 tahunan, sampai akhirnya bisa sembuh," tulis warganet lain.

Peristiwa terjadi saat unjuk rasa

Sebelumnya, seorang polisi memiting dan membanting mahasiswa yang tengah melakukan aksi unjuk rasa memperingati hari ulang tahun ke-389 Kabupeten Tangerang. Peristiwa ini terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.

Dalam video yang tersebar terlihat anggota polisi tersebut awalnya memiting bagian leher mahasiswa.

Selanjutnya pelaku membanting korban hingga terkapar. Bahkan, korban sempat terlihat kejang-kejang akibat aksi kekerasan anggota polisi tersebut.

Dikonfirmasi terkait peristiwa ini, Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Wahyu Sri Bintoro mengklaim akan memberi sanksi tegas terhadap anggota apabila terbukti melakukan tindak kekerasan.

"Kalau masih ada berarti oknum anggota tersebut akan saya tindak tegas," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Wahyu mengklaim dirinya telah mewanti-wanti anggota untuk tidak menggunakan kekerasan dalam rangka mengamankan jalannya aksi. Peringatan itu disampaikannya saat apel pengamanan pasukan pagi tadi.

"Dalam apel pengamanan pasukan, saya sudah jelas dan tegas tidak ada kekerasan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Viral Istri Ngamuk Lempari Mobil Suami, Gara-gara Ketahuan Selingkuh

Video Viral Istri Ngamuk Lempari Mobil Suami, Gara-gara Ketahuan Selingkuh

Bali | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:32 WIB

Heboh Tukang Bakso Keliling Sepatunya jadi Sorotan, 'Kamu yang Jajan, Aku yang Panik'

Heboh Tukang Bakso Keliling Sepatunya jadi Sorotan, 'Kamu yang Jajan, Aku yang Panik'

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:38 WIB

Pedagang Seblak Cerita Dapat Pembeli Nyeleneh, Cara Pesannya Bikin Ngakak

Pedagang Seblak Cerita Dapat Pembeli Nyeleneh, Cara Pesannya Bikin Ngakak

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:22 WIB

Lepas Kakak Laki-laki Menikah, Pesan Dua Adik Perempuan Ini Bikin Tamu Menangis

Lepas Kakak Laki-laki Menikah, Pesan Dua Adik Perempuan Ini Bikin Tamu Menangis

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Nyasar Gegara Ngikutin GPS, Mobil Ini Nyangkut di Jalan Setapak

Nyasar Gegara Ngikutin GPS, Mobil Ini Nyangkut di Jalan Setapak

Jatim | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:13 WIB

Prihatin Marak Kejahatan Jalanan, Mahasiswa UNY Kembangkan Aplikasi Kurangi Klitih

Prihatin Marak Kejahatan Jalanan, Mahasiswa UNY Kembangkan Aplikasi Kurangi Klitih

Jogja | Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Terkini

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

×