alexametrics

Siapa Kira-kira Calon Presiden yang Sedang Disiapkan Partai-partai Besar?

Siswanto
Siapa Kira-kira Calon Presiden yang Sedang Disiapkan Partai-partai Besar?
Ilustrasi pemilu (VectorStock)

Airlangga Hartarto kemungkinan besar akan diusung Partai Golkar jika partai ini mendapat dukungan satu partai lagi yang memiliki perwakilan di DPR.

Suara.com - Siapa calon presiden 2024, untuk waktu sekarang tentu tidak mudah memastikannya.  Tapi sejumlah partai sudah menyosialisasikan nama petinggi mereka.

Dimulai dari Golkar, salah satu partai pendukung pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin.

Airlangga Hartarto kemungkinan besar akan diusung Partai Golkar jika partai ini mendapat dukungan satu partai lagi yang memiliki perwakilan di DPR.

Golkar sudah memiliki modal 12,31 persen. Artinya, tinggal sedikit lagi partai ini dapat memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden yang sebesar 20 persen.

Baca Juga: Golkar: Hanya Butuh Satu Partai Lagi untuk Calonkan Airlangga jadi Calon Presiden 2024

"Partai Golkar sendiri hanya butuh satu partai untuk bisa mencalonkan Pak Airlangga dan nanti capresnya dengan siapa, ya tergantung dari proses dinamika dari komunikasi komunikasi politik yang dilakukan dengan partai-partai yang lain," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily dalam sebuah diskusi di Parlemen, Kamis (14/10/2021).

Jika dalam tiga tahun kedepan konfigurasi pasangan calon presiden semakin mengerucut dan maksimal hanya tiga pasangan yang mengikuti pemilu, Golkar yakin dapat memenangkan Airlangga dan pasangan.

Apalagi tren tingkat elektabilitas Airlangga semenjak disosialisasikan di berbagai daerah, kata Ade, merangkak naik.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin pun demikian yakin.

Survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan tingkat elektabilitas Airlangga 35 persen, naik dari sebelumnya 28 persen.

Baca Juga: Surya Paloh Ingin Gelar Konvensi Capres Bila Koalisi Partai Telah Terbentuk

Nurul Arifin tak menampik kenaikan elektabilitas, selain karena kinerja internal partai juga karena faktor Airlangga menjadi menteri koordinator bidang perekonomian.

Nurul optimistis pintu semakin terbuka bagi Airlangga untuk ikut pemilu 2024.

"Dan kami optimis karena bahwa memang yang punya tiket sebagai ketua umum kan hanya empat orang, yang lain-lainnya boleh popularitas tinggi, elektabilitas tinggi, tapi belum mempunyai tiket untuk ke capres," kata dia.

Di internal Gerindra pun memiliki dinamika sendiri.

Nama Prabowo Subianto sudah mendapatkan dukungan dari internal untuk kembali berlaga di pemilu presiden.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insya Allah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani ketika menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan pada Sabtu (9/10/2021). 

"Maka apa yang baru saudara ucapkan (meminta Prabowo maju di pilpres) akan kami teruskan. Dan dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi Insya Allah Pak Prabowo akan maju di pilpres 2024." 

Sementara itu di PDI Perjuangan tampaknya tenang-tenang saja, meskipun beberapa waktu yang lalu muncul keramaian setelah seorang kader menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo maju ke pemilu 2024.  

Partai yang dipimpin Megawati memiliki kepercayaan diri yang tinggi dapat memilih calon dalam detik-detik terakhir.

"Hanya PDI Perjuangan yang punya calon nominasi unggulan lebih dari satu.” Di antara calon itu yakni Ganjar Prabowo, Tri Rismaharani, dan Puan Maharani.

Sedangkan Partai Nasional Demokrat masih akan menyelenggarakan konvensi untuk menjaring nama calon presiden. Konvensi akan dilakukan jika koalisi sudah terbentuk.

Beberapa waktu yang lalu Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Saan Mustopa menyebut partainya sudah melirik sejumlah nama yang kemungkinan diusung menjadi calon presiden atau wakil presiden, seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno.

Tetapi Partai Nasional Demokrat menyadari tidak mungkin mengusung calon sendirian dan itu pula yang menjadi alasan berkoalisi dengan partai lain, seperti yang dilakukan dalam pemilu lalu.

"Mudah-mudahan nanti 2022 komunikasi semakin intensif sehingga udah jelas mitra koalisi untuk mencalonkan calon yang disepakati bersama-sama untuk diusung," kata dia. [rangkuman laporan Suara.com]

Komentar