8 Fakta Brigadir NF Banting Mahasiswa: Sempat Klarifikasi di Markas Polisi Kini Masuk RS

Reza Gunadha, Hairul Alwan

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:26 WIB
8 Fakta Brigadir NF Banting Mahasiswa: Sempat Klarifikasi di Markas Polisi Kini Masuk RS
Korban smackdown oknum polisi kembali dirawat di rumah sakit. [Istimewa]

Suara.com - MFA, mahasiswa demonstran yang sempat kejang-kejang karena dibanting polisi saat menggelar aksi di depan kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10), kini dirawat di Rumah SAkit Ciputra Raya.

Sebelum dirawat di rumah sakit, beredar video MFA menjelaskan kondisinya setelah dibanting Brigadir NF.

MFA dalam video itu tampak memberikan penjelasan di kantor polisi.

Pelaku kekerasan sendiri, yakni Brigadir NF kekinian tengah diperiksa Propam Mabes Polri lantaran aksi brutalnya.

Berikut sejumlah artikel Suara.com yang merekam kasus tersebut:

1. Viral Video Polisi Banting Mahasiswa Sampai Kejang Saat Demo di Tangerang

Viral Video Polisi Banting Mahasiswa Sampai Kejang Saat Demo di Tangerang
Viral Video Polisi Banting Mahasiswa Sampai Kejang Saat Demo di Tangerang

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh polisi kembali terekam video. Kejadian tersebut terjadi saat aksi unjuk rasa di kantor Bupati Tangerang.

Instagram @merekamtangerang, pada Rabu (13/10/2021) merekam video polisi memiting lalu membanting mahasiswa.

Baca selengkapnya

2. Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-kejang, Warganet: Langsung Kabur

Polisi banting mahasiswa (twitter.com/Juru_Baca)
Polisi banting mahasiswa (twitter.com/Juru_Baca)

Pengamanan demo Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389 diwarnai kekerasan. Sejumlah mahasiswa diamankan, satu orang mengalami kekerasan parah dari polisi hingga mengalami kejang. 

Dalam video yang viral di Twitter, viral kejadian ricuh antara mahasiwa dan aparat. Sayangnya kekerasan mulai terjadi. 

Baca selengkapnya

3. Video Detik-detik Polisi Banting Mahasiswa hingga Terkapar Kejang-kejang

Video rekaman detik-detik polisi banting mahasiswa demo di hari ulang tahun ke-389 Kabupeten Tangerang. [Tangkapan layar]
Video rekaman detik-detik polisi banting mahasiswa demo di hari ulang tahun ke-389 Kabupeten Tangerang. [Tangkapan layar]

Sebuah rekaman singkat menunjukkan seorang oknum polisi berseragam hitam-hitam membanting mahasiswa yang tengah unjuk rasa.

Diketahui, aksi demonstrasi itu dilakukan saat memperingati hari ulang tahun ke-389 Kabupeten Tangerang.

Baca selengkapnya

4. Ucap Maaf Kapolresta Tangerang Usai Anak Buahnya Smackdown Mahasiswa Demo

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro meminta maaf saat menggelar konferensi pers, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Jehan]
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro meminta maaf saat menggelar konferensi pers, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Jehan]

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas tindakan kekerasan oknum anak buahnya polisi smackdown mahasiswa saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021).

"Polda Banten dan saya atas nama Kapolresta Tangerang meminta maaf kepada korban MFA (20) yang mengalami kekerasan oleh oknum pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang," kata Wahyu.

Baca selengkapnya

5. Brigadir NP Minta Maaf Usai Smackdown Mahasiswa, HNW: Lanjut ke Pengadilan Lebih Baik

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (Suara.com/Ria Rizki)
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (Suara.com/Ria Rizki)

Brigadir NP menyampaikan permohonan maaf atas aksinya membanting mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Terkait itu, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai meminta maaf itu baik, namun alangkah lebih baiknya apabila Brigadir NP diproses hukum.

Baca selengkapnya

6. Meski Sudah Minta Maaf, Brigadir NP Polisi yang "Smackdown" Mahasiswa Harus Diberi Sanksi

Meski Sudah Minta Maaf, Brigadir NP Polisi yang
Meski Sudah Minta Maaf, Brigadir NP Polisi yang "Smackdown" Mahasiswa Harus Diberi Sanksi. Mahasiswa dibanting polisi. (Dok.Ist)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Brigadir NP tetap diproses kendati telah meminta maaf kepada MFA selaku mahasiswa. Diketahui NP merupakan anggota polisi yang membanting MFA dalam aksi unjuk rasa pada Rabu kemarin.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan proses di Propam harus terus berjalan demi penegakkam hukum dan pemberian sanksi yang sesuai dnegan tingkat pelanggaran NP.

Baca selengkapnya

7. Dibanting Polisi Saat Demo, Pundak dan Leher Mahasiswa UIN Serang Tidak Bisa Digerakkan

Detik-detik oknum polisi banting mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]
Detik-detik oknum polisi banting mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Serang berinisial MFA (21) kini harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Ciputra Tangerang, setelah dibanting oknum polisi saat aksi di depan gedung Bupati Tangerang pada Rabu (14/10/2021) kemarin.

MFA sebelumnya dianiaya oleh petugas polisi berupa dibanting, dipiting, dan ditendang, saat aksi sedang berlangsung.

Baca selengkapnya

8. Muntah dan Leher Tak Bisa Digerakan, Korban Smackdown Oknum Polisi Berujung ke RS

Korban smackdown oknum polisi kembali dirawat di rumah sakit. [Istimewa]
Korban smackdown oknum polisi kembali dirawat di rumah sakit. [Istimewa]

Mahasiswa berinisial MFA yang menjadi korban smackdown oknum polisi saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang akhirnya berujung ke RS.

Diketahui, MFA merupakan korban polisi banting mahasiswa yang terjadi beberapa hari lalu. MFA mahasiswa korban smackdown polisi yang sebelumnya sadar dilarikan ke RS setelah mengeluhkan leher tak bisa digerakan termasuk muntah.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibanting Polisi Saat Demo, Pundak dan Leher Mahasiswa UIN Serang Tidak Bisa Digerakkan

Dibanting Polisi Saat Demo, Pundak dan Leher Mahasiswa UIN Serang Tidak Bisa Digerakkan

News | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:38 WIB

Kasus Polisi Banting Mahasiswa Diproses: Ini Bukan Peristiwa Tunggal

Kasus Polisi Banting Mahasiswa Diproses: Ini Bukan Peristiwa Tunggal

News | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa, Rocky Gerung: Bukan kah Indonesia ada Pancasila

Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa, Rocky Gerung: Bukan kah Indonesia ada Pancasila

Bogor | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:51 WIB

Soal Sanksi Pidana Brigadir NP Banting Mahasiswa, Polri: Didalami Pelanggaran Prosedur

Soal Sanksi Pidana Brigadir NP Banting Mahasiswa, Polri: Didalami Pelanggaran Prosedur

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:20 WIB

Setuju Oknum Polisi Banting Mahasiswa Dipidana, ISESS: Buat Efek Jera

Setuju Oknum Polisi Banting Mahasiswa Dipidana, ISESS: Buat Efek Jera

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:17 WIB

Meski Sudah Minta Maaf, Brigadir NP Polisi yang "Smackdown" Mahasiswa Harus Diberi Sanksi

Meski Sudah Minta Maaf, Brigadir NP Polisi yang "Smackdown" Mahasiswa Harus Diberi Sanksi

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:54 WIB

Polisi 'Smackdown' Mahasiswa, Hinca Demokrat: Evaluasi Atasannya, Contoh Kejadian di Sumut

Polisi 'Smackdown' Mahasiswa, Hinca Demokrat: Evaluasi Atasannya, Contoh Kejadian di Sumut

News | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:06 WIB

Terkini

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Timnas Indonesia Akhiri 35 Tahun Puasa Gelar Malam Ini? John Herdman: Hormati Lawan, Rebut Trofi

Timnas Indonesia Akhiri 35 Tahun Puasa Gelar Malam Ini? John Herdman: Hormati Lawan, Rebut Trofi

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AIA Indonesia Sasar Nasabah Orang Kaya, Tawarkan Proteksi hingga Usia 99 Tahun

AIA Indonesia Sasar Nasabah Orang Kaya, Tawarkan Proteksi hingga Usia 99 Tahun

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Dituding Fasilitasi Aksi LGBT di Pesta Selebgram, Izin MYE Lounge Makassar Diperiksa

Dituding Fasilitasi Aksi LGBT di Pesta Selebgram, Izin MYE Lounge Makassar Diperiksa

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Densus 88 Bongkar Jaringan Teror: Gunakan Pertemuan Daring untuk Indoktrinasi dan Latihan Fisik!

Densus 88 Bongkar Jaringan Teror: Gunakan Pertemuan Daring untuk Indoktrinasi dan Latihan Fisik!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:45 WIB

RAAM Balik Cetak Laba Usaha Rp6,33 Miliar pada Semester I 2026

RAAM Balik Cetak Laba Usaha Rp6,33 Miliar pada Semester I 2026

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:43 WIB

BPK Kalbar 'Buka Suara' Soal Auditor Terjaring OTT Polda: Kami Masih Menunggu Informasi Resmi

BPK Kalbar 'Buka Suara' Soal Auditor Terjaring OTT Polda: Kami Masih Menunggu Informasi Resmi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS

Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Sebelum 'Syarat Damai' Dipenuhi AS

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Surat MA Salah Alamat, Bupati Gowa Kehilangan Hak Tanggap dan Bakal Lawan Putusan Pemberhentian!

Surat MA Salah Alamat, Bupati Gowa Kehilangan Hak Tanggap dan Bakal Lawan Putusan Pemberhentian!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:30 WIB

×