Dua WNI Pertama yang Masuk Masjidil Haram Usai Dibuka: Menangis, Merinding

Siswanto, BBC

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:52 WIB
Dua WNI Pertama yang Masuk Masjidil Haram Usai Dibuka: Menangis, Merinding
BBC

Suara.com - Dua warga Indonesia yang beribadah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, setelah tempat suci umat Islam ini dibuka dalam kapasitas penuh, mengatakan pengalaman mereka "luar biasa" dan mengharukan.

Ahmad Thobibuddin dan Abdul Khair, termasuk di antara ribuan jemaah pertama di Masjidil Haram setelah protokol kesehatan dicabut. Langkah yang sama juga dilakukan di Masjid Nabawi di Madinah setelah hampir satu setengah tahun ditutup dan dibatasi karena pandemi Covid-19.

"Masuk Masjidil Haram hanya ditanya [aplikasi] Tawakalna, sudah divaksin dua kali dan (dipastikan) tak ada penyakit. Masuk gampang, pintu di halaman tak ada pemeriksaan," kata Thobibuddin, kepada BBC News Indonesia, Senin (18/10).

Thobibuddin mengatakan ia melakukan iktikaf saat Zuhur, Asar, dan Magrib, dan jemaah tak diminta keluar masjid. "Bebas, salat juga rapat, tak ada jaga jarak," imbuhnya.

"Alhamdulilah, semua bergembira. Buka masker di jalan sudah bebas, kecuali di tempat yang banyak orang, masih dianjurkan pakai masker," katanya.

Ia menuturkan situasinya belum sepadat seperti sebelum pandemi Covid 19, karena negara-negara di luar Saudi, belum banyak yang masuk, termasuk dari Indonesia.

Tapi negara-negara Teluk, saya lihat jemaahnya sudah masuk, seperti dari Irak, dari Suriah, juga banyak rombongan umrah," ungkap Thobibuddin.

Baca juga:

Untuk yang umrah, masuk dari tempat khusus yang punya catatan vaksinasi lengkap. "Tapi untuk yang salat lima waktu, bebas," katanya.

baca juga

Kementerian Haji dan Umrah, Arab Saudi mengatakan Senin (18/10) saat ini tengah menyiapkan rencana pengaturan umrah dan haji dengan jumlah jemaah seperti sebelum pandemi dengan prioritas keamanan jemaah.

"Masya Allah, merinding melihat orang tawaf. Kemarin salat dari lantai dua, terlihat orang-orang tawaf seperti hari normal. Ribuan orang yang tawaf, tak ada jaga jarak. Merinding melihatnya," kata Thobiduddin.

Thobibuddin - yang bekerja dan tinggal di Jeddah - beribadah di Masjidil Haram bersama Abdul Khair.

Ustaz dan penduduk Mekah ini mengatakan merasa sangat kehilangan ketika Masjidil Haram ditutup dan dibatasi dalam satu setengah tahun terakhir.

"Kami menangis, tak terbayang bagi umat Islam tak bisa masuk Masjidil Haram," tutur Khair.

"Bagai orang puasa yang menunggu berbuka, [kami] kehausan melihat Masjidil Haram."

Khair yang telah tinggal di Mekah selama lebih 30 tahun mengatakan, ia banyak dikontak oleh calon jemaah umrah serta agen perjalanan dari Indonesia, yang diperkirakan mulai diizinkan masuk pada November ini.

Sejak pelonggaran protokol kesehatan, imam di Masjidil Haram di Mekah dan juga di Masjid Nabawi di Madinah meminta para jemaah untuk meluruskan saf dan merapatkan barisan sebelum salat dimulai.

Ini adalah untuk pertama kalinya salat berjamaah di dua masjid tersebut dilakukan tanpa social distancing atau jaga jarak, sejak pandemi Covid-19 terjadi secara global sekitar satu setengah tahun lalu.

Selama kurun waktu ini, pihak berwenang di Arab membatasi jumlah jemaah dan salat berjamaah harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Karena pandemi pula, ibadah haji hanya diikuti oleh puluhan ribu orang yang tinggal di Arab Saudi, padahal biasanya ibadah ini diikuti oleh sekitar 2,5 juta orang dari seluruh dunia.

Pembatasan kapasitas dan kewajiban jaga jarak di Masjidil Haram di Mekah dicabut mulai hari Minggu (17/10).

Pengurus Masjidil Haram, Dr. Saad bin Mohammed Al-Muhaimid, mengatakan pencabutan pembatasan kapasitas dilakukan dengan tetap memastikan keamanan bagi para jemaah.

Al-Muhaimid menambahkan, jemaah tetap diminta untuk memakai masker dan melakukan reservasi melalui aplikasi khusus.

Media resmi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Haramain Sharifain, melalui Twitter menjelaskan bahwa jemaah harus melakukan reservasi melalui apliasi Tawakalna atau Eatmarna.

Bagi jemaah berusia 12 tahun ke atas juga harus divaksin dua kali.

Akun Haramain Sharifain juga mengunggah foto-foto salat berjamaah di Masjidil Haram tanpa jaga jarak. Tulisan di unggahan ini berbunyi, "Jalan menuju normalitas."

Pencabutan kapasitas dan pelonggaran social distancing mulai diterapkan pada salat Subuh berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, hari Minggu (17/10).

Foto-foto yang beredar memperlihatkan para jemaah berdiri pada saf yang lurus dan rapat.

https://twitter.com/hsharifain/status/1449570104971337731

Sebelumnya, para pekerja di Masjidil Haram selepas Isya pada hari Sabtu (16/10) terlihat melepas stiker tanda jemaah harus menerapkan jaga jarak antara satu hingga dua meter, yang selama ini tertempel di lantai masjid.

Terhitung mulai hari Minggu (17/10), jaga jarak tak lagi wajib di acara-acara warga maupun di tempat-tempat umum seperti transportasi publik, restoran, sinema, dan pusat perbelanjaan.

Masker juga tak harus dikenakan di ruang terbuka, kecuali di tempat-tempat khusus seperti di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×