Gelombang Pembunuhan Hantui Buruh India di Kashmir

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:31 WIB
Gelombang Pembunuhan Hantui Buruh India di Kashmir
DW

Suara.com - Situasi di Kashmir India semakin pelik menyusul gelombang pembunuhan terhadap buruh migran. Militer merespons dengan operasi senyap. Tapi akar konflik mengindikasikan sengketa jangka panjang dengan kelompok separatis.

Dua orang buruh migran kembali tewas ditembak di Kashmir, Minggu (17/19), oleh kelompok tidak dikenal.

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah seorang pedagang jalanan dan seorang buruh India ditembak dalam kejadian terpisah.

Seorang korban beragama Islam, yang lain Hindu. Gelombang pembunuhan tak bernama di Kashmir mendorong pemerintah memindahkan semua buruh migran ke barak tentara. Mereka dikhawatirkan menjadi target serangan atau pembunuhan.

"Saya sudah memerintahkan para aparat untuk memindahkan mereka yang paling rentan," kata Vijay Kumar, Kepala Kepolisian Kashmir India.

Sejauh ini sudah 11 orang yang tewas dalam serangkaian pembunuhan terhadap warga sipil non-Kashmir di kawasan konflik itu.

New Delhi menjawab dengan menggelar operasi militer dan penggerebekan sejak awal Oktober lalu. Aparat keamanan India menuduh Front Perlawanan atau TRF sebagai biang keladi pembunuhan.

Kelompok ini dicurigai berhubungan dengan Lashkar-e-Taiba, sebuah organisasi militan asal Pakistan, dan Hizbul Muhahideen, sebuah kelompok militan Kashmir lain. Pemerintah New Delhi meyakini Pakistan bertanggungjawab atas pemberontakan di Kashmir India.

Untuk memperkuat klaim India, PM Narendra Modi, mencabut status otonomi khusus dan membagi Kashmir ke dalam wilayah dua negara bagian, Jammu Kashmir dan Ladakh.

Perombakan itu dibarengi operasi militer dan keamanan demi mencegah aksi protes massal. TRF pertamakali muncul pada Agustus 2019, seiring perombakan wilayah administrasi Kashmir.

Dalam sebuah pernyataan pada awal Oktober silam, kelompok ini mengklaim tidak menetapkan sasaran berdasarkan agama, tetapi hanya membidik mereka yang bekerja untuk otoritas India.

Kashmir terbelah, Kashmir berdarah

Untuk meredam pemberontakan, India melancarkan operasi militer di Kashmir yang menewaskan 13 gerilyawan TRF dalam dua pekan terakhir.

Pekan lalu otoritas menahan lebih dari 300 orang pasca pembunuhan terhadap dua orang guru di Srinagar.

Mereka yang ditahan diklaim berafiliasi dengan organisasi terlarang, Jemaat-e-Islami, sebuah aliansi payung bagi pemberontakan.

Selama operasi, India mengaku kehilangan sembilan orang serdadunya. Angka tersebut merupakan jumlah korban terbesar bagi militer India di Kashmir sejak beberapa tahun terakhir. Gelombang pembunuhan memicu rasa panik di sejumlah kalangan, terutama warga minoritas Hindu dan buruh migran yang berasal dari penjuru India.

Teror tersebut dikecam oleh politisi lokal, namun ditengarai sebagai buntut kebijakan pemerintahan Modi membelah wilayah Kashmir menjadi dua pada tahun 2019.

"Tidak seorangpun pantas mati," kata bekas perdana menteri Kashmir, Mehbooba Mufti, lewat akun Twitternya.

"Kita hanya bisa membayangkan apa yang diperlukan untuk meyakinkan pemerintah India bahwa kebijakan mereka mengalami kegagalan besar di Kashmir, dan dengan ongkos sebesar apa?" katanya.

Tak ayal, gelombang kekerasan teranyar membuat gentar buruh migran di Kashmir. Sebagian mengkhawatirkan keselamatan pribadi.

"Kami sudah pernah mengalami masa yang lebih sulit, tapi belum pernah dijadikan sasaran pembunuhan," kata Mohammd Salam asal negara bagian Bihar yang sudah bekerja di kashmir selama enam tahun.

"Kali ini kami benar-benar ketakutan," imbuhnya. rzn/pkp (rtr,afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

×