Peta Bintang Tertua Nebra Sky Disc, Mengapa Dianggap Simbol Kepercayaan?

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:53 WIB
Peta Bintang Tertua Nebra Sky Disc, Mengapa Dianggap Simbol Kepercayaan?
BBC

Suara.com - Sebuah benda kuno yang dianggap sebagai peta bintang tertua di dunia akan dipajang di British Museum London.

Nebra Sky Disc atau Cakram Langit Nebra secara luas diyakini berusia 3.600 tahun, berasal dari Zaman Perunggu.

Cakram yang terbuat dari perunggu itu ditemukan di Jerman pada tahun 1999 dan dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi paling penting pada abad ke-20.

Tetapi penemuannya juga kontroversial, dengan sejumlah kecil pakar masih memperdebatkan keasliannya hingga sekarang.

Cakram Nebra berukuran sekitar 30cm dan dihiasi dengan simbol-simbol emas yang mewakili Matahari, Bulan, bintang, titik balik matahari, dan fenomena kosmik lainnya.

Baca juga:

Menurut Unesco, yang memasukkan artefak tersebut ke dalam daftar dokumen bersejarah penting dunia, cakram tersebut memberikan sedikit pemahaman unik mengenai pengetahuan awal manusia tentang langit.

Cakram tersebut adalah milik Museum Prasejarah Negara Jerman di Halle tetapi dipinjamkan ke British Museum. Ini pertama kalinya ia dipinjamkan ke luar negeri dalam 15 tahun.

British Museum mengatakan benda bersejarah itu akan dipamerkan sebagai bagian dari eksibisi di Stonehenge, yang dibuka pada Februari.

"Ini akan membuka mata," kata Neil Wilkin, kurator pameran The World Of Stonehenge.

"Cakram Langit Nebra dan liontin matahari adalah dua benda paling luar biasa yang bertahan dari Zaman Perunggu Eropa," katanya.

"Keduanya baru saja digali, secara harfiah, setelah tersembunyi di dalam tanah selama lebih dari tiga milenium.

"Kami senang keduanya akan menjadi bagian penting dalam pameran Stonehenge di British Museum, yang diselenggarakan sekali seumur hidup.

"Meskipun keduanya ditemukan ratusan mil jauhnya dari Stonehenge, kami akan menggunakannya untuk menyoroti dunia luas dan saling terhubung yang pernah ada di sekitar monumen kuno ini, mencakup Inggris, Irlandia, dan daratan Eropa."

Alasan dibangunnya Stonehenge masih menjadi misteri, tetapi lingkaran batu yang dibangun pada sekitar 2.500 SM ini sejajar dengan pergerakan Matahari.

Matahari dan titik baliknya juga diwakili dengan tanda pada cakram Nebra - dan para pakar percaya bahwa Matahari adalah obyek sentral dalam agama di Eropa utara Zaman Perunggu.

Arkeolog dan pakar Zaman Perunggu Profesor Miranda Aldhouse-Green sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa simbol-simbol pada cakram Nebra "semuanya bagian dari sistem kepercayaan Eropa yang kompleks di mana orang-orang menatap langit, menyembahnya, menyembah matahari, menyembah bulan, menyelaraskan monumen mereka saat matahari terbit atau bulan terbit".

"Dan karena Nebra menyatukan semua simbol ini, ia memberi tahu kita untuk pertama kalinya apa yang mungkin benar-benar dilihat, dirasakan, dan dipercayai orang-orang pada masa itu"

Ia mengibaratkan cakram tersebut seperti versi sebuah teks suci yang masih terbaca.

Kontroversi

Cakram tersebut ditemukan di dekat kota Nebra di Jerman bersama dengan pedang, kapak, dan barang-barang lainnya yang berasal dari Zaman Perunggu.

Ia ditemukan dengan detektor logam oleh dua pemburu harta karun ilegal, dan kemudian ditemukan oleh polisi dalam suatu penggerebekan.

Meskipun sekarang Cakram Langit Nebra secara luas dianggap berasal dari Zaman Perunggu, di masa lalu banyak orang mengklaim benda itu palsu.

Dan September lalu, perdebatan itu kembali mengemuka ketika dua arkeolog menerbitkan sebuah makalah baru yang mengatakan bahwa objek itu mungkin berusia sekitar 1000 tahun lebih muda dan berasal dari Zaman Besi.

Museum Jerman telah menolak klaim tersebut, lansir CNN, dan mengatakan beberapa klaim tidak konsisten, "tidak dapat dipahami" dan bahwa para peneliti telah mengabaikan penelitian lain yang telah dipublikasikan.

World Of Stonehenge akan dilangsungkan dari 17 Februari hingga 17 Juli tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

News | Senin, 13 April 2026 | 19:29 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

News | Senin, 13 April 2026 | 19:20 WIB

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

News | Senin, 13 April 2026 | 19:11 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB