alexametrics

Tragis, Pria Ini Tewas Terbentur Tabung Oksigen saat MRI

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Tragis, Pria Ini Tewas Terbentur Tabung Oksigen saat MRI
Ilustrasi jenazah atau mayat. [Shutterstock]

Magnetic Resonance Imaging (MRI) memiliki medan magnet yang sangat kuat.

Suara.com - Seorang pria di Korea Selatan tewas setelah terbentur tabung oksigen yang tersedot ke mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit.

Menyadur The Independent Kamis (21/10/2021), pria ini adalah seorang pasien berusia 60 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena kejang.

Korban yang belum dirilis identitasnya ini sedang dalam kondisi kritis dan dibawa ke ruang MRI untuk pemeriksaan.

Inspektur polisi Choi Tae-yong mengatakan sedang menyelidiki mengapa tangki oksigen dibawa ke ruang MRI.

Baca Juga: Detik-detik Tabung Oksigen Jatuh di RS, Pasien Panik Lari Kocar-Kacir

"Kami akan menyelidiki insiden itu secara menyeluruh untuk menentukan apakah ada kesalahan manusia," kata petugas polisi itu pada South China Morning Post.

Dia menambahkan bahwa sistem pasokan oksigen bawaan mungkin tidak berfungsi, yang mengarah ke kebutuhan silinder eksternal.

Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash// Domininguez)
Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash// Domininguez)

Sementara itu, tidak ada kamera CCTV di ruang MRI di rumah sakit di kota selatan Gimhae ini.

Sesuai namanya, Magnetic Resonance Imaging (MRI) memiliki medan magnet yang sangat kuat hingga 60.000 kali lebih kuat dari planet ini.

Itulah sebabnya benda logam tak boleh diletakkan di sekitar mesin pemindai tersebut.

Baca Juga: Viral Pasien Sakit Tiba-tiba Bisa Lari Kencang Gara-gara Panik Tabung Oksigen Jatuh

Siapa pun yang memasuki ruang MRI harus meninggalkan benda logam magnetik di luar, termasuk kunci dan perhiasan, menurut pedoman pemerintah Korea Selatan.

Komentar