alexametrics

Gus Yaqut soal Hadiah untuk NU: Itu Motivasi ke Santri, Saya Tak Tahu Digoreng ke Publik

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Gus Yaqut soal Hadiah untuk NU: Itu Motivasi ke Santri, Saya Tak Tahu Digoreng ke Publik
Gus Yaqut soal Hadiah untuk NU: Itu Motivasi ke Santri, Saya Tak Tahu Digoreng ke Publik. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (dokumentasi Kemenag)

"Memberi semangat itu wajar (santri). Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik."

Suara.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pernyataannya tentang Kementerian Agama hadiah untuk NU, disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. 

Yaqut menuturkan tujuannya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," ujar Yaqut di Solo dalam keterangannya, Senin (25/10/2021). 

Yaqut mengatakan memberikan semangat merupakan hal yang wajar.  Terlebih kata Yaqut hal tersebut disampaikan dalam forum internal.

Baca Juga: Gus Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara untuk NU, Gus Nadir Beri Respon Menohok

"Memberi semangat itu wajar (santri). Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati," kata Yaqut.

Ketua GP Ansor itu juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU.

 Buktinya, kata Yaqut, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama. 

"Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja," tegas Yaqut.

"Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU," sambungnya. 

Baca Juga: Perda Pesantren Jabar Jadi Dasar Hukum untuk Majukan Santri dan Kesejahteraan Kiai

Yaqut juga menambahkan, karakter dasar dan jatidiri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar. 

Komentar