Angkatan Bersenjata Militer Rusia Klaim Berhasil Usir Perompak di Teluk Guinea

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:37 WIB
Angkatan Bersenjata Militer Rusia Klaim Berhasil Usir Perompak di Teluk Guinea
Kapal kontainer MSC yang berhasil diselamatkan oleh militer Rusia.[Russia Defense Ministry]

Suara.com - Angkatan bersenjata Rusia mengatakan berhasil mengusir bajak laut yang mencoba menjarah sebuah kapal kontainer di lepas pantai barat Afrika.

Menyadur Newsweek Rabu (27/10/2021), Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan jika aksi penyelamatan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima sinyal bahaya.

Kemenhan Rusia mengungkapkan jika kapal perang anti-teror kelas Udaloy Vice-Admiral Kulakov menerima sinyal bahaya dari kapal kontainer berbendera Panama MSC Lucia.

Kapal kontainer tersebut mengirimkan sinyal bahayasaat berlayar di Teluk Guinea, antara Togo dan Kamerun pada Minggu (24/10/2021).

Para perompak bersenjata dilaporkan mendekati kapal kontainer tersebut menggunakan speedboat kecil kemudian naik. Para kru kapal tersebut bersembunyi di ruang mesin.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan jika segera menerbangkan helikopter Kumov Ka-27PS membawa satu unit pasukan khusus.

Kemenhan Rusia mengungkapkan jika setelah melihat kapal Vice-Admiral Kulakov menuju kapal kontainer tersebut, para perompak langsung kabur.

"Para perompak meninggalkan kapal, naik ke kapal cepat dan menuju ke pantai dengan kecepatan penuh," jelas Kemenhan Rusia.

Pemantau maritim Dryad Global mengungkapkan insiden itu terjadi 86 mil barat daya Terminal Agbami, bagian dari lepas pantau Agbami yang kaya minyak.

baca juga

Dalam sebuah video yang dirilis oleh pejabat militer pada Senin (25/10/2021), terlihat pasukan Angkatan Laut Rusia terlihat menaiki kapal besar itu.

Pasukan elit bersenjata lengkap tersebut terlihat mengacak-acak kapal kontainer, dan kemudian menaiki tangga ke ruang kontrol, mencari penyusup yang tersisa di atas kapal.

Kapal MSC Lucia dimiliki oleh Mediterranean Shipping Company, sebuah perusahaan Swiss-Italia yang beroperasi di seluruh dunia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa kapal perang Vice-Admiral Kulakov sedang beroperasi bersama kapal Academic Pashin dan kapal penyelamat Altai. Ketiga kapal tersebut sedang melakukan misi selama tiga minggu di Teluk Guinea.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik

Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:58 WIB

Ngeri! Rusia Catat Angka Kematian COVID-19 Tertinggi

Ngeri! Rusia Catat Angka Kematian COVID-19 Tertinggi

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:29 WIB

Ketahui Sejarah Gerakan Non Blok: Indonesia dan Soekarno Punya Peran Besar

Ketahui Sejarah Gerakan Non Blok: Indonesia dan Soekarno Punya Peran Besar

Lifestyle | Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:47 WIB

Terkini

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:10 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB