Dubai Ingin Berinvestasi dan Bangun Infrastruktur di Kashmir, Mengapa?

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 16:38 WIB
Dubai Ingin Berinvestasi dan Bangun Infrastruktur di Kashmir, Mengapa?
DW

"Di titik ini, masyarakat Kashmir sedang mengalami pergolakan semacam itu, utamanya mengingat pembunuhan yang ditargetkan terhadap pekerja migran, sehingga saya sungguh bertanya-tanya investor luar yang mana yang pada akhirnya akan mewujudkan investasi mereka di wilayah tersebut," pengamat politik Navnita Behera mengatakan kepada DW.

Berharap dapat legitimasi?

Beberapa pengamat meyakini bahwa pakta baru dengan Dubai ini adalah upaya New Delhi untuk mendapatkan legitimasi internasional atas sepak terjangnya di Kashmir selama dua tahun terakhir.

"Ujian pertama atas legitimasi adalah, apakah orang-orang yang terdampak bisa menerima tindakan ini sebagai langkah yang sah," ujar akademisi dan pakar urusan Kashmir, Radha Kumar, kepada DW.

Ia menambahkan bahwa orang-orang Kashmir tidak lantas menganggap investasi oleh Dubai dapat melegitimasi langkah penghapusan status khusus di wilayah mereka.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa masuknya investasi dari Dubai akan meningkatkan ekonomi Kashmir.

"Jika ada arus masuk investasi dari Dubai, itu pasti akan memberi dorongan yang sangat dibutuhkan bagi ekonomi Kashmir yang telah sangat menderita setelah dicabutnya Pasal 370 [undang-undang yang memberikan status konstitusional khusus ke wilayah tersebut] dan dampak ikutannya," tegas Radha Kumar.

Optimisme investor Dubai

UEA memang telah menjadi mitra strategis India dan kedua negara memiliki hubungan bilateral yang kuat berdasarkan kepentingan geopolitik dan ekonomi yang sama.

"UEA tidak menganggap krisis Kashmir sebagai ancaman bagi komunitas muslim, melainkan konflik antara dua negara yang dapat diselesaikan lewat negosiasi," kata pakar Timur Tengah Nagapushpa Devendra kepada DW.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammed Muddassir Quamar, rekanan di Institut Studi & Analisis Pertahanan Manohar Parrikar.

"Sejauh menyangkut masalah Kashmir, UEA telah melangkah jauh dari (hanya) melihat masalah ini lewat sudut pandang Pakistan," katanya kepada DW.

"(Negara itu) kini mengakui bahwa India dan Pakistan berselisih atas wilayah tersebut tetapi tetap berpendapat bahwa ini adalah masalah internal dan bilateral kedua negara, dan UEA tidak memiliki kepentingan dalam perselisihan tersebut," ia menambahkan.

Meskipun UEA telah berusaha untuk memfasilitasi dialog antara India dan Pakistan setiap kali situasi di Kashmir memanas, sikap negara Timur Tengah itu kini cenderung netral, kata para ahli.

Ketika New Delhi mencabut status khusus atas Kashmir, UEA adalah salah satu negara pertama yang mendukung India dengan mengatakan bahwa keputusan itu adalah masalah internal India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB