Pria Ini Masih Bernapas Setelah Dieksekusi Mati, Alami Muntah dan Kejang-kejang

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 20:09 WIB
Pria Ini Masih Bernapas Setelah Dieksekusi Mati, Alami Muntah dan Kejang-kejang
Ilustrasi eksekusi mati dengan suntikan di Amerika Serikat (Shutterstock).

Suara.com - Seorang terpidana di Oklahoma tak langsung meninggal saat dieksekusi mati. John Marion Grant merasa kesakitan dan tersiksa saat meregang nyawa.

Menyadur New York Post Sabtu (30/10/2021), pria 60 tahun ini mengalami kejang-kejang dan muntah disekujur tubuh setelah menerima suntikan yang mematikan.

Grant, 60, dihukum karena membunuh penjaga penjara Gay Carter pada 13 November 1998. Dia menikamnya 16 kali dengan pisau saat menjalani hukuman karena perampokan dan tuduhan senjata api ilegal.

Pria ini mengalami kejang-kejang dan mulai muntah, menurut reporter Associated Press Sean Murphy yang menyaksikan eksekusi tersebut.

Grant masih terus bernapas selama beberapa menit di mana ia mengalami kejang lebih sering dan kembali muntah sebelum tim eksekusi memeriksaan kesadarannya.

Ilustrasi jarum suntik. (Shutterstocks)
Ilustrasi suntik eksekusi mati. (Shutterstocks)

Dia dinyatakan tak sadarkan diri pukul 16:15 dan diberikan obat-obatan kedua pada pukul 16:16. Napasnya berhenti pada 16:17 dan Departemen Pemasyarakatan mencatat eksekusi selesai dengan Grant meninggal pada 16:21

Murphy mengatakan dari 14 eksekusi yang dia saksikan, ini adalah yang pertama dia melihat narapidana muntah.

Departemen Pemasyarakatan Oklahoma akan melanjutkan pelaksanaan hukuman mati pada hari Selasa sesuai undang-undang negara bagian di mana Grant menjadi yang pertama dibunuh oleh negara bagian dalam lima tahun.

Eksekusi Oklahoma sempat ditunda setelah gagal menyuntik mati pada tahun 2014 yang membuat seorang narapidana menggelepar di brankar dan salah kirim obat-obatan pada tahun 2015.

baca juga

Satu narapidana dieksekusi dengan obat yang tidak disetujui dan narapidana kedua dibawa ke ruang kematian sebelum petugas penjara menyadari obat eksekusi yang dikirim salah.

Narapidana hukuman mati di Oklahoma sekarang disuntik dengan koktail tiga obat yang disetujui: midazolam, vecuronium bromide, dan potasium klorida.

Saat ini ada 44 narapidana yang menunggu hukuman mati di Oklahoma, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Oknum Polisi Banting Mahasiswa Hingga Kejang-kejang

Detik-detik Oknum Polisi Banting Mahasiswa Hingga Kejang-kejang

Video | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:20 WIB

Alami Kejang, Putri Chacha Frederica Dilarikan ke Rumah Sakit

Alami Kejang, Putri Chacha Frederica Dilarikan ke Rumah Sakit

Entertainment | Rabu, 08 September 2021 | 07:41 WIB

Ditangkap Gegara Tak Pakai Masker, Pria Terkapar Lalu Kejang-kejang

Ditangkap Gegara Tak Pakai Masker, Pria Terkapar Lalu Kejang-kejang

Kalbar | Senin, 09 Agustus 2021 | 13:57 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×