Tren Baru di China, Orangtua Berlomba Suntik 'Darah Ayam' Pada Anak

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 01 November 2021 | 09:34 WIB
Tren Baru di China, Orangtua Berlomba Suntik 'Darah Ayam' Pada Anak
Ilustrasi anak di China. (freepik/diana-grytsku).

Suara.com - Di China, kini muncul istilah parenting 'darah ayam' di mana orangtua di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou lebih obsesif pada anak mereka.

Menyadur Indian Express Senin (1/11/2021), istilah darah ayam populer beberapa tahun terakhir di mana 'bayi-bayi ayam' digembleng lebih keras agar menjadi 'produk unggul' di masa depan.

Menurut SupChina.com, kata ayam atau djxuè adalah ungkapan sehari-hari yang berarti "menyuntikkan darah ayam".

Duludi China perawatan darah ayam pernah jadi tren di mana ayam jantan menerima darah ayam segar, yang dianggap sebagai obat untukjadi bibit unggul.

Seiring berjalannya waktu, istilah itu dipakai untuk menyebut orangtua obsesif yang ingin anaknya sukses dengan menyewa tutor eksklusif dan pelatih olahraga terbaik.

Ilustrasi Anak Belajar (Pexels.com/cottonbro)
Ilustrasi Anak Belajar (Pexels.com/cottonbro)

Beberapa bahkan rela membeli rumah di sebelah sekolah umum terbaik di kota. Itu bahkan masih kurang karena satu sekolah saja tidak cukup, nilai bagus juga belum cukup, karena semua orang menerapkan hal yang sama.

Kini reformasi pendidikan di Cina menambahkan keterampilan fisik, budaya, seni dan pengalaman internasional dalam penerimaan sekolah.

'Orangtua ayam' kemudian berlomba mengirim anak-anak ke lembaga pelatihan bahasa Inggris, Matematika, Cina, atau mata pelajaran lainnya.

Seperti di AS, 'bayi ayam' di China juga melakukan olahraga, musik, budaya dan jadi sukarelawan di komunitas sebagai poin bonus selama ujian masuk sekolah.

Anak Olahraga. (Elements Envato)
Anak Olahraga. (Elements Envato)

Laporan menyatakan tingkat miopia anak-anak di China termasuk yang tertinggi di dunia di mana 71 persen SMP dan 81 persen siswa SMA mengalami rabun jauh.

Ini juga menyebabkan tren baru atas 'lensa orthokeratology' - 'lensa OK' - yang biasanya dipakai semalaman, untuk meningkatkan penglihatan di siang hari.

Depresi di kalangan remaja China juga meningkat. Laporan Pengembangan Kesehatan Mental Nasional 2019-20 menemukan 25 persen remaja Tiongkok menderita depresi dan 7,4 persen mengalami depresi berat, kata outlet tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Malaysia Sindir Indonesia: Biarkan Kapal China Mondar-mandir di Natuna

Media Malaysia Sindir Indonesia: Biarkan Kapal China Mondar-mandir di Natuna

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 07:52 WIB

AS Masih Anggap Asal Usul Virus Corona Bocor dari Lab, Begini Tanggapan China

AS Masih Anggap Asal Usul Virus Corona Bocor dari Lab, Begini Tanggapan China

Health | Senin, 01 November 2021 | 07:05 WIB

Apa Perbedaan China dan Tiongkok?

Apa Perbedaan China dan Tiongkok?

Jogja | Minggu, 31 Oktober 2021 | 17:44 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB