Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:00 WIB
Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga
Proyek pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat terpantau sepi aktivitas, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Risky Syukur
baca 10 detik
  • Pemkot Jakarta Barat menghentikan pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Kalideres karena penolakan masyarakat setempat.
  • Wali Kota Iin Mutmainnah memutuskan penundaan proyek hingga seluruh proses perizinan dan UKL-UPL selesai.
  • Pembangunan akan dilanjutkan setelah yayasan pengembang melakukan sosialisasi ulang yang lebih transparan kepada warga.

Suara.com - Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Barat resmi menghentikan sementara seluruh proses pembangunan proyek Rumah Duka dan Krematorium di wilayah Kalideres.

Keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas gelombang penolakan dari masyarakat setempat terhadap keberadaan proyek tersebut.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memimpin langsung rapat koordinasi yang membahas polemik ini di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Kamis (26/2/2026).

"Jadi dari hasil rapat ini adalah seluruh proses ditunda sampai semua proses perizinan selesai sesuai dengan ketentuan," jelas Iin, mengutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026).

Penghentian ini juga diperkuat dengan surat pemberitahuan dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Sudis Citata) Jakarta Barat kepada Direktur Yayasan Rumah Swarga Abadi.

Pihak pengembang diminta segera merampungkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Iin Mutmainnah juga menekankan pentingnya sosialisasi yang transparan kepada seluruh lapisan masyarakat sebelum pekerjaan pembangunan dilanjutkan kembali.

"Kalau saya dalam porsi sebagai tingkat kota, pemerintah kota, kami berharap apa pun informasi sosialisasi itu tentu harapannya bisa disampaikan kembali ke masyarakat. Mungkin perlu pengulangan kembali sosialisasi juga nggak masalah. Jadi mungkin yang kemarin belum semua hadir, RW-nya bisa juga," ujar Iin.

Pemkot berharap, pihak yayasan melalui sosialisasi ulang bisa memberikan penjelasan secara gamblang mengenai rencana pembangunan tersebut agar tidak memicu keresahan.

baca juga

"Jadi, harapannya dari pihak yayasan memberikan sosialisasi yang lebih utuh, lebih jelas kepada semua RW dan komponen yang ada di masyarakat," imbuh Iin.

Sorotan tajam terhadap proyek ini sebelumnya juga datang dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana.

Menurut William, penataan ruang di kawasan tersebut sudah bertahun-tahun terkesan campur aduk tanpa perencanaan yang matang.

Kehadiran proyek krematorium itu dinilai berpotensi menambah beban kawasan jika tidak dibarengi dengan penataan ulang tata ruang secara komprehensif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 14:28 WIB

Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara

Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:16 WIB

Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres

Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:39 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×