Pidato di KTT COP26, Narendra Modi Janji India Akan Capai Emisi Nol Karbon pada 2070

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 02 November 2021 | 11:18 WIB
Pidato di KTT COP26, Narendra Modi Janji India Akan Capai Emisi Nol Karbon pada 2070
Pidato di KTT COP26, Narendra Modi Janji India Akan Capai Emisi Nol Karbon pada 2070. Perdana menteri India Narendra Modi. [AFP/Dibyangshu Sarkar]

Suara.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam KTT Cop26 di Glasgow berjanji India akan memenuhi target emisi nol karbon pada 2070 dengan lima janji utama tentang bagaimana India akan melakukan dekarbonisasi selama beberapa dekade mendatang.

Mengutip The Guardian, Selasa (2/11/2021), India adalah penghasil karbon dioksida terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China. Pengumuman yang disampaikan oleh Modi menandai salah satu momen paling signifikan dari hari pembukaan KTT.

Modi membuat komitmen jangka pendek untuk target tahun 2030 yakni menjanjikan 50 persen listrik di India dihasilkan oleh energi terbarukan, meningkatkan kapasitas energi non-fosil menjadi 500GW, dan mengurangi emisi karbon yang diproyeksikan sebesar 1 miliar ton antara sekarang dan 2030.

Pada 2030, Modi juga berkomitmen untuk pengurangan 45 persen intensitas karbon dari kegiatan perekonomian.

Sebuah laporan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Dewan Energi, Lingkungan dan Air (CEEW) di Delhi mengajukan tahun 2070 hingga 2080 sebagai peta jalan paling realistis India untuk mencapai netralitas karbon.

Saat ini, 70 persen dari seluruh daya di India dihasilkan oleh batu bara. Walaupun India merupakan salah satu produsen energi surya termurah di dunia, masih belum ada teknologi yang tersedia untuk mengintegrasikannya ke dalam jaringan energi dalam skala besar.

Kemajuan dalam teknologi dan penyimpanan hidrogen juga akan diperlukan untuk membantu sektor industri India menghentikan penggunaan batu bara. Menurut para ahli, hal tersebut yang tidak mungkin terjadi hingga sekitar tahun 2040.

India sudah menanggung konsekuensi keras dari kerusakan iklim yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jutaan orang India terkena gelombang panas yang parah dan kekurangan air. India juga mengalami peristiwa hasil cuaca ekstrem seperti banjir dan erosi pantai. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di KTT COP26 Glasgow, Presiden Joko Widodo Sebut Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Di KTT COP26 Glasgow, Presiden Joko Widodo Sebut Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Selasa, 02 November 2021 | 09:11 WIB

Buka KTT COP26, Sekjen PBB: Stop Memperlakukan Alam Seperti Toilet

Buka KTT COP26, Sekjen PBB: Stop Memperlakukan Alam Seperti Toilet

News | Selasa, 02 November 2021 | 08:27 WIB

Ada Masalah Pada Protokol, Presiden Turki Pilih Tidak Hadir di KTT COP26

Ada Masalah Pada Protokol, Presiden Turki Pilih Tidak Hadir di KTT COP26

News | Senin, 01 November 2021 | 23:55 WIB

Suami Masuk Penjara, Istri Robin Hood dari India Ini Menang Pilkada

Suami Masuk Penjara, Istri Robin Hood dari India Ini Menang Pilkada

News | Senin, 01 November 2021 | 16:19 WIB

Terkini

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB