Jokowi Mania Ngotot Minta Menteri-menteri Terafiliasi Bisnis PCR untuk Mundur

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 04 November 2021 | 13:30 WIB
Jokowi Mania Ngotot Minta Menteri-menteri Terafiliasi Bisnis PCR untuk Mundur
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kelompok Jokowi Mania (JoMan) tetap bersikukuh mendesak sejumlah nama menteri yang disebut terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua Jokowi Mania, Imanuel Ebenezer, menegaskan munculnya afiliasi nama sejumlah menteri dengan kepemilikan saham Yayasan di GSI Lab sebagai pelaksana PCR jelas memalukan.

"Mereka ini sudah sangat kaya. Bisnis keluarganya ada dimana mana, sangat menggurita. Dari bisnis tambang, gas, minyak, kimia dan lain-lain," kata pria yang akrab disapa Noel kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

Menurut Noel, seharusnya mereka mensubsidi obat, PCR dan alat kesehatan di Indonesia. Ia mengatakan, nama menteri tersebut sudah menjadi kaya dan diuntungkan oleh negara.

"Klarifikasi salah satu jubir yang menyebut hanya terlibat 10 persen saja dari pelaksana PCR jelas tidak masuk akal. Kalau iya, coba buka 90 persen lainnya siapa saja," tuturnya.

Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ia mengatakan, akan terus mengawal kasus keterlibatan para menteri terkait ini ke penegakan hukum. Menurutnya, jangan sampai mereka yang bersalah tapi justru merasa aman di posisi empuknya.

"Kita sudah mengidentifikasi nama nama menteri yang terlibat. Sebenarnya sih sudah terang benderang dari pengakuan sang menteri yang awalnya di sanggah di media nasional," tandasnya.

Luhut dan Erick Terlibat

Sebelumnya, Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto mengungkapkan sejumlah nama menteri yang disebut terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

baca juga

Melalui akun Facebook pribadinya, Edy menyebut sejumlah nama yakni, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; dan Menteri BUMN, Erick Thohir. Kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Edy menjabarkan, PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.

Selain itu, PT GSI juga dilahirkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), 6,18 persen sahamnya dimiliki Boy Thohir yang tak lain adalah saudara dari Erick Thohir.

Foto kolase Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir. [Dok.Istimewa]
Foto kolase Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir. [Dok.Istimewa]

"Gunakan akal sehat. Seorang Menko Marives merangkap jabatan sebagai Koordinator PPKM. Dia pucuk pimpinan dalam hal kebijakan Covid-19 dan investasi. Lalu, seorang Menteri BUMN merangkap Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menteri Kesehatannya bekas Wakil Menteri BUMN. Tapi, menteri itu ternyata terafiliasi (ada kaitannya) dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia," tulis Edy, seperti dikutip Suara.com yang telah mendapatkan izin untuk kepentingan pemberitaan.

Edy merinci, saham PT GSI dipegang oleh Yayasan Indika Untuk Indonesia (932 lembar), Yayasan Adaro Bangun Negeri (485 lembar), Yayasan Northstar Bhakti Persada (242 lembar), PT Anarya Kreasi Nusantara (242 lembar), PT Modal Ventura YCAB (242 lembar), PT Perdana Multi Kasih (242 lembar), PT Toba Bumi Energi (242 lembar), PT Toba Sejahtra (242 lembar), dan PT Kartika Bina Medikatama (100 lembar).

Yayasan Indika Untuk Indonesia berkaitan dengan PT Indika Energy Tbk (INDY) yang dipimpin Ketua Umum KADIN, Arsjad Rasjid sebagai direktur utama.

Kemudian, Yayasan Northstar Bhakti Persada berkaitan dengan Northstar Group yang dipimpin Patrick Walujo, seorang bankir yang juga menantu dari TP Rachmat bersama Glenn Sugita sebagai pembina yayasan.

Patrick juga menjadi pemegang saham Gojek-Tokopedia (Go-To), PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT), dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 di Bantul Meningkat, Bupati Minta Warga Jangan Sembrono

Kasus Covid-19 di Bantul Meningkat, Bupati Minta Warga Jangan Sembrono

Jogja | Kamis, 04 November 2021 | 13:21 WIB

Kisah Emak- emak Inspiratif dari Boyolali Geliatakan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Kisah Emak- emak Inspiratif dari Boyolali Geliatakan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Surakarta | Kamis, 04 November 2021 | 13:00 WIB

Diduga Terlibat Bisnis Tes PCR, Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke KPK

Diduga Terlibat Bisnis Tes PCR, Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke KPK

News | Kamis, 04 November 2021 | 12:09 WIB

Beri Anak Antibodi, Ibu Ini Olah ASI jadi Berbagai Macam Panganan

Beri Anak Antibodi, Ibu Ini Olah ASI jadi Berbagai Macam Panganan

Health | Kamis, 04 November 2021 | 12:15 WIB

Terkini

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:58 WIB

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 14:57 WIB

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:53 WIB

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

×