Pihak Berwenang Malaysia Tetap Ingin Pulangkan Nur Sajat dari Australia

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 05 November 2021 | 17:43 WIB
Pihak Berwenang Malaysia Tetap Ingin Pulangkan Nur Sajat dari Australia
NUr Sajat saat mengklarifikasi dirinya saat ini pindah ke Australia.[TikTok/NurSajat23]

Suara.com - Pihak berwenang Malaysia tetap akan memulangkan transgender sekaligus pengusaha kosmetik yang menuai kontroversi, Nur Sajat.

Menyadur World Of Buzz Jumat (5/11/2021), sekitar 2 minggu yang lalu Nur Sajat mengungkapkan bahwa dia menetap di Australia.

Transgender yang sempat berfoto di depan Kabah tersebut memutuskan untuk pergi selamanya di Malaysia, setelah diberi suaka dari Human Rights Watch Group.

Meskipun demikian, Kepolisian Malaysia masih ingin mencoba membawanya kembali, sesuai dengan hukum dan protokol Australia.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID), Datuk Seri Abd Jalil Hassan mengatakan bahwa sampai saat ini, satu-satunya konfirmasi tentang keberadaan Sajat adalah melalui postingan media sosialnya.

PDRM telah memberi tahu kedutaan besar Malaysia di Thailand dan Australia untuk memberikan konfirmasi, lapor Astro Awani.

"Begitu dia dikonfirmasi berada di Australia, kami akan memberikan informasi kepada pihak berwenang di sana. Namun, terserah mereka untuk bereaksi terhadap informasi yang diberikan atau tidak," tambahnya.

Pada akhir September, Sajat ditangkap oleh Imigrasi Thailand karena memiliki paspor yang tidak valid tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Nur Sajat buron di Malaysia karena diduga menghalangi pihak berwenang untuk menjalankan tugasnya. Namun, dia kemudian mengungkapkan bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya.

Nur Sajat juga mengaku jika ia sempat dianiaya oleh beberapa petugas saat penggerebekan pada bulan Januari.

Datuk Seri Abd Jalil meyakinkan masyarakat bahwa penyelidikan atas tuduhan ini akan dilakukan dari semua sudut.

Selain itu, Nur Sajat juga diburu polisi karena tidak hadir dalam persidangan ulang di Pengadilan Tinggi Syariah Shah Alam.

Dalam persidangan tersebut, dia didakwa berpakaian seperti perempuan saat menghadiri pengajian pada Februari 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minuman Keras Ini Bikin Heboh Publik Malaysia, Namanya Dianggap Menyinggung

Minuman Keras Ini Bikin Heboh Publik Malaysia, Namanya Dianggap Menyinggung

News | Jum'at, 05 November 2021 | 14:55 WIB

Bertemu Gubernur Kepri, Konsulat Malaysia di Pekanbaru Minta 2 Hal Ini

Bertemu Gubernur Kepri, Konsulat Malaysia di Pekanbaru Minta 2 Hal Ini

Batam | Jum'at, 05 November 2021 | 15:00 WIB

Sebanyak Empat WNI Terjaring Operasi Imigrasi Malaysia

Sebanyak Empat WNI Terjaring Operasi Imigrasi Malaysia

Jogja | Kamis, 04 November 2021 | 21:05 WIB

Terkini

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:34 WIB