alexametrics

Pihak Berwenang Malaysia Tetap Ingin Pulangkan Nur Sajat dari Australia

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Pihak Berwenang Malaysia Tetap Ingin Pulangkan Nur Sajat dari Australia
NUr Sajat saat mengklarifikasi dirinya saat ini pindah ke Australia.[TikTok/NurSajat23]

PDRM ingin memulangkan Nur Sajat dari Australia ke Malaysia.

Suara.com - Pihak berwenang Malaysia tetap akan memulangkan transgender sekaligus pengusaha kosmetik yang menuai kontroversi, Nur Sajat.

Menyadur World Of Buzz Jumat (5/11/2021), sekitar 2 minggu yang lalu Nur Sajat mengungkapkan bahwa dia menetap di Australia.

Transgender yang sempat berfoto di depan Kabah tersebut memutuskan untuk pergi selamanya di Malaysia, setelah diberi suaka dari Human Rights Watch Group.

Meskipun demikian, Kepolisian Malaysia masih ingin mencoba membawanya kembali, sesuai dengan hukum dan protokol Australia.

Baca Juga: Kasus Penyelundupan Narkoba, Seorang Warga Malaysia Divonis Hukuman Mati di Singapura

Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID), Datuk Seri Abd Jalil Hassan mengatakan bahwa sampai saat ini, satu-satunya konfirmasi tentang keberadaan Sajat adalah melalui postingan media sosialnya.

PDRM telah memberi tahu kedutaan besar Malaysia di Thailand dan Australia untuk memberikan konfirmasi, lapor Astro Awani.

"Begitu dia dikonfirmasi berada di Australia, kami akan memberikan informasi kepada pihak berwenang di sana. Namun, terserah mereka untuk bereaksi terhadap informasi yang diberikan atau tidak," tambahnya.

Pada akhir September, Sajat ditangkap oleh Imigrasi Thailand karena memiliki paspor yang tidak valid tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Nur Sajat buron di Malaysia karena diduga menghalangi pihak berwenang untuk menjalankan tugasnya. Namun, dia kemudian mengungkapkan bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya.

Baca Juga: 12 Tahun Menunggu Kejelasan Hukuman, WN Malaysia Divonis Mati Di Singapura

Nur Sajat juga mengaku jika ia sempat dianiaya oleh beberapa petugas saat penggerebekan pada bulan Januari.

Datuk Seri Abd Jalil meyakinkan masyarakat bahwa penyelidikan atas tuduhan ini akan dilakukan dari semua sudut.

Selain itu, Nur Sajat juga diburu polisi karena tidak hadir dalam persidangan ulang di Pengadilan Tinggi Syariah Shah Alam.

Dalam persidangan tersebut, dia didakwa berpakaian seperti perempuan saat menghadiri pengajian pada Februari 2018.

Komentar