Studi: Sarung Tangan Karet Cemari Makanan Cepat Saji

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 06 November 2021 | 15:22 WIB
Studi: Sarung Tangan Karet Cemari Makanan Cepat Saji
DW

Suara.com - Jejak bahan kimia beracun dari sarung tangan vinil telah ditemukan di makanan cepat saji di AS. Para peneliti mengatakan kelompok yang terpinggirkan memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain.

Sarung tangan karet telah menjadi sebuah kewajiban di mana-mana, sama halnya seperti masker wajah. Dua tahun lalu, para penata rambut atau pengelola kafe melayani Anda dengan kulit telanjang.

Namun, sejak pandemi global semua itu berubah. Kondisi yang sama terjadi di dapur restoran. Baik itu salad, hamburger, maupun kentang goreng, staf dapur kemungkinan besar memakai sarung tangan karet akhir-akhir ini.

Sarung tangan tersebut mungkin bisa melindungi diri dari infeksi virus, tetapi juga berpotensi mencemarkan makanan dengan bahan kimia beracun, sebuah temuan dasar dari studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology.

Tidak ada yang namanya tidak beracun

Studi sebelumnya telah menyelidiki bagaimana mikroplastik dalam pasta gigi berakhir di lautan dan ikan yang kita makan. Kemasan plastik yang digunakan produsen makanan dan supermarket juga mengandung bahaya.

Namun, penulis studi terbaru ini mengatakan beberapa penelitian telah menemukan transfer bahan kimia dari sarung tangan karet (juga dikenal sebagai vinil) ke makanan yang disiapkan di restoran.

Masalah dengan senyawa ftalat Dalam sebuah studi kecil "pendahuluan", para peneliti mengatakan mereka ingin mencatat tingkat ortho-phthalate dan plasticizer pengganti dalam makanan dan sarung tangan penanganan makanan dari restoran cepat saji di Amerika Serikat.

Phthalates (ftalat) dan plasticizer pengganti adalah bahan kimia yang ditambahkan ke sebuah bahan, seperti karet dalam sarung tangan vinil, untuk membuatnya lebih lentur atau lebih lembut saat disentuh.

baca juga

Para peneliti menemukan jejak signifikan bahan kimia tersebut dalam hamburger, nugget ayam, burrito, dan makanan cepat saji lainnya.

Satu ftalat yang dikenal sebagai DBP (juga DnBP) telah digunakan dalam pelapis lantai PVC, perekat, dan bahkan tinta cetak. Namun, sudah dilarang digunakan dalam produk perawatan anak, mainan, dan kosmetik karena dianggap karsinogenik.

"Kami mendeteksi ortho-phthalates atau plasticizer pengganti di semua sampel makanan," tulis penulis penelitian.

"DnBP adalah orto-ftalat yang paling sering terdeteksi dalam makanan sebesar 81%."

Mereka juga mendeteksi DEHT, plasticizer yang telah diperkenalkan untuk menggantikan bahan kimia yang lebih beracun, baik di sarung tangan maupun makanan yang mereka pelajari.

DEHT digunakan dalam tutup botol, ban berjalan, bahan lantai, dan pakaian tahan air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Mantan Bupati Hingga Kader PDIP di Lampung Login ke PSI

Mantan Bupati Hingga Kader PDIP di Lampung Login ke PSI

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Boni Hargens Soal Hasil Survei Litbang Kompas: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri

Boni Hargens Soal Hasil Survei Litbang Kompas: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:05 WIB

Rudi Garcia Puji Peran Pemain Senior Usai Belgia Tekuk Selandia Baru 5-1

Rudi Garcia Puji Peran Pemain Senior Usai Belgia Tekuk Selandia Baru 5-1

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:38 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air

Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:30 WIB

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:03 WIB

Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!

Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:35 WIB

Terkini

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

×