China Dipantau Satelit AS Bangun Tiruan Kapal Perang di Tengah Gurun

Siswanto, BBC

Selasa, 09 November 2021 | 11:11 WIB
China Dipantau Satelit AS Bangun Tiruan Kapal Perang di Tengah Gurun
BBC

Suara.com - China tampaknya telah membangun tiruan kapal perang AS di tengah gurun, seperti ditunjukkan beberapa gambar tangkapan satelit.

Salah satu gambar, diambil oleh perusahaan teknologi luar angkasa AS Maxar, menunjukkan sebuah struktur berbentuk seperti kapal induk militer yang ditempatkan di atas rel kereta api.

USNI News, situs berita yang khusus membahas Angkatan Laut AS, mengatakan bahwa struktur tersebut tampaknya merupakan target yang dibangun oleh militer.

Beijing sudah mengembangkan dan menguji rudal balistik anti-kapal laut selama bertahun-tahun.

Baca juga:

AS memperingatkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir China telah melakukan ekspansi militer besar-besaran, termasuk kemampuan nuklirnya, seiring meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan.

Pada Minggu (07/11), USNI News mengatakan beberapa struktur yang dipotret di Gurun Taklamakan, wilayah Xinjiang itu tampaknya mencakup kerangka kapal militer AS tanpa senjata atau detail lainnya.

Dikatakan pula, gambar-gambar itu menunjukkan tiruan dari sebuah kapal induk dan setidaknya dua kapal perusak Angkatan Laut AS.

Situs tersebut melaporkan bahwa pembangunan struktur semacam itu "menunjukkan bahwa China terus berfokus pada kemampuan pertahanan anti-kapal induk, dengan penekanan pada kapal perang Angkatan Laut AS".

baca juga

Awal tahun ini, China dicurigai melakukan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir - rudal yang dapat terbang di lapisan atas atmosfer dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara - yang membuat Washington khawatir.

Beijing belakangan membantah laporan tersebut dan mengatakan itu hanyalah pemeriksaan rutin pesawat ruang angkasa.

Angkatan Laut AS secara teratur melakukan hal yang disebutnya sebagai misi rutin dengan kapal militer di Laut China Selatan, yang merupakan salah satu wilayah yang paling disengketakan di dunia. China mengklaim sebagian besar wilayah tersebut, tetapi negara-negara sekitarnya dan AS tidak setuju.

Wilayah itu merupakan bagian dari rute pelayaran utama yang digunakan untuk mengangkut perdagangan senilai lebih dari $3 triliun (Rp42.672 triliun) setiap tahun.

Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam semuanya telah menentang klaim China atas hampir seluruh wilayah Laut selama puluhan tahun, tetapi ketegangan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

AS mendukung banyak dari negara-negara tersebut dalam sengketa teritorial ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan

Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB

Houthi Ancam Balas AS: Kapal Induk Truman Jadi Target Selanjutnya di Laut Merah?

Houthi Ancam Balas AS: Kapal Induk Truman Jadi Target Selanjutnya di Laut Merah?

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 05:51 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×