Taliban Ganti Patung Pemimpin Syiah dengan Replika Alquran Raksasa, Warga Geram

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 12 November 2021 | 11:44 WIB
Taliban Ganti Patung Pemimpin Syiah dengan Replika Alquran Raksasa, Warga Geram
Patung Abdul Ali Mazari (kiri), diganti replika Alquran oleh Taliban.[Twitter/@FreeVet84]

Suara.com - Taliban mengganti patung pemimpin Syiah yang dinyatakan sebagai martir nasional dengan replika Alquran.

Menyadur France24 Jumat (12/11/2021), warga Bamiyan mengungkapkan penggantian patung tersebut merupakan langkah yang dianggap dapat memicu kerusuhan.

Patung tersebut adalah sosok Abdul Ali Mazari, seorang pemimpin minoritas Syiah yang terbunuh ketika menjadi tahanan Taliban selama masa kekuasaan pertama mereka.

Patung tersebut sempat dihancurkan menggunakan granat berpeluncur roket setelah Taliban kembali berkuasa pada bulan Agustus.

Interpretasi ketat Taliban terhadap Islam melarang manusia digambarkan dalam lukisan atau patung, bahkan mencetak foto dalam kasus-kasus ekstrem.

Banyak pengusaha menghapus atau menutupi papan reklame dan poster yang menampilkan gambar atau foto orang-orang sejak Taliban kembali berkuasa.

"Kemarin, patung itu dicopot seluruhnya dan diganti dengan replika Alquran," kata Abdul Danishyar, aktivis masyarakat sipil di Bamiyan.

"Mereka mencoba menghapus sejarah dari Bamiyan, orang-orang akan bereaksi keras terhadap ini," katanya kepada AFP.

Patung Mazari tersebut terletak di alun-alun pusat Bamiyan, tempat Taliban meledakkan dua patung Buddha besar berusia 1.500 tahun pada tahun 2001.

Danishyar juga mengungkapkan bahwa nama alun-alun tersebut telah diganti oleh Taliban yang awalnya Mazari, telah diubah menjadi jalan militer.

Abdul Ali Shafaq, seorang anggota dewan provinsi Bamiyan, mengatakan kepada AFP bahwa dia akan berbicara dengan para pejabat Taliban dan mendesak mereka untuk membatalkan langkah tersebut.

"Ini adalah masalah yang sangat sensitif, mungkin memicu reaksi. Orang-orang di Bamiyan menyukai Mazari, mereka membuat patung baru untuk menggantikan yang hancur," katanya.

Mazari, seorang pemimpin milisi yang sangat anti-Taliban, terbunuh pada tahun 1995 setelah ditawan oleh kelompok tersebut.

Taliban mengatakan mereka menembaknya setelah dia mencoba merebut senjata salah satu pengawalnya saat dipindahkan.

Mazari secara resmi dinobatkan sebagai "Martir untuk Persatuan Nasional Afghanistan" oleh presiden Ashraf Ghani pada 2016.

Komunitas Hazara yang sebagian besar Syiah, yang membentuk sekitar 10 persen dari hampir 38 juta orang Afghanistan, telah lama dianiaya oleh ekstremis Sunni, seperti kelompok Islamic State.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benturan Jadwal, Polisi Re-Schedule Pemanggilan Presiden BEM KM Unmul

Benturan Jadwal, Polisi Re-Schedule Pemanggilan Presiden BEM KM Unmul

Kaltim | Kamis, 11 November 2021 | 14:16 WIB

Perjuangan Eks PNS Afghanistan Nafkahi Keluarga di Tengah Anjloknya Ekonomi

Perjuangan Eks PNS Afghanistan Nafkahi Keluarga di Tengah Anjloknya Ekonomi

News | Kamis, 11 November 2021 | 12:13 WIB

PSSI Ingin Timnas Indonesia Kalahkan Afghanistan dan Myanmar Demi Naikkan Ranking FIFA

PSSI Ingin Timnas Indonesia Kalahkan Afghanistan dan Myanmar Demi Naikkan Ranking FIFA

Bola | Kamis, 11 November 2021 | 12:12 WIB

Terkini

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB