Politisi PKS Kecam Prabowo Subianto: Akui Israel, Artinya Setuju Penjajahan atas Palestina

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 22 November 2021 | 17:38 WIB
Politisi PKS Kecam Prabowo Subianto: Akui Israel, Artinya Setuju Penjajahan atas Palestina
Prabowo Subianto

Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring angkat bicara soal pertemuan Prabowo Subianto dengan perwakilan pemerintah Israel.

Lewat sebuah cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Tifatl beraksi keras terkait pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Kuasa Usaha Israel untuk Bahrain, Itay Tagner.

Momen pertemuan kedua tokoh tersebut tertangkap kamera dan fotonya kini viral di media sosial. Para warganet pun terpancing membicarakan foto tersebut, terlebih karena Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

Tifatul mengecam

Dalam cuitannya, Tifatul menyebut normalisasi dengan Israel sama dengan mengakui negara Israel. Hal itu berarti menytujui penjajahan Israel atas Palestina.

"HATI-HATI dikadalin. Normalisasi dengan Israel = Mengakui negara Israel, artinya menyetujui status penjajahan Israel atas Palestina. Setuju penjajah, artinya melawan Pembukaan UUD 1945," kata Tifatul di akun twitternya dikutip Suara.com, Senin (22/11/2021).

Cuitan Tifatul Sembiring soal Israel (twitter)
Cuitan Tifatul Sembiring soal Israel (twitter)

Melansir dari wartaekonomi.co.id -- jaringan suara.com, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai pertemuan itubisa menimbulkan dampak yang cukup fatal.

Menurut Ujang pertemuan Prabowo Subiano dengan tokoh Israel itu ditakutkan bisa mengikis rasa simpati kelompok Muslim terhadap ketua umum partai Gerindara tersebut karena dinilai dekat dengan Israel.

"Persepsi publik, khususnya umat Islam, akan negatif kepada Prabowo. Karena Prabowo dianggap pro terhadap Israel," kata Ujang.

baca juga

Menurut Ujang, foto Prabowo dan Itay dapat melukai umat Islam di Indonesia. Ditambah lagi pemerintah Indonesia selama ini konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

 "Padahal kita tahu Israel itu penjajah Palestina. Dan Indonesia termasuk Jokowi konsisten memperjuangkan Palestina yang merdeka dari penjajahan Israel," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati, Prabowo, Puan Rapat Khusus di Istana, Faldo: Tak Perlu Dipermasalahkan

Megawati, Prabowo, Puan Rapat Khusus di Istana, Faldo: Tak Perlu Dipermasalahkan

News | Senin, 22 November 2021 | 16:40 WIB

Pernyataan Luhut soal TKA China Disorot, Politisi Demokrat: Giliran Salah Ngajak-Ngajak

Pernyataan Luhut soal TKA China Disorot, Politisi Demokrat: Giliran Salah Ngajak-Ngajak

News | Senin, 22 November 2021 | 14:52 WIB

Prabowo Sebut Kemiskinan jadi Lahan Subur Radikalisme, Politisi Demokrat Singgung Begini

Prabowo Sebut Kemiskinan jadi Lahan Subur Radikalisme, Politisi Demokrat Singgung Begini

Hits | Senin, 22 November 2021 | 14:00 WIB

Viral Prabowo Berbincang dengan Pejabat Tinggi Israel, Jubir Bongkar Fakta Sebenarnya

Viral Prabowo Berbincang dengan Pejabat Tinggi Israel, Jubir Bongkar Fakta Sebenarnya

Hits | Senin, 22 November 2021 | 13:33 WIB

Pengamat Wacanakan Pembatasan Parpol Pengusung Calon di Pilkada, Ini Alasannya

Pengamat Wacanakan Pembatasan Parpol Pengusung Calon di Pilkada, Ini Alasannya

Lampung | Senin, 22 November 2021 | 11:52 WIB

Sandiaga Uno Dianggap Muda dan Segar Tapi Gerindra Tetap Usung Prabowo dalam Pilpres 2024

Sandiaga Uno Dianggap Muda dan Segar Tapi Gerindra Tetap Usung Prabowo dalam Pilpres 2024

Bogor | Senin, 22 November 2021 | 08:34 WIB

Terkini

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×