alexametrics

Konflik Papua, Cak Imin Minta BIN Lebih Optimal dan Pendekatan Ala Gus Dur

Erick Tanjung | Novian Ardiansyah
Konflik Papua, Cak Imin Minta BIN Lebih Optimal dan Pendekatan Ala Gus Dur
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

"Menurut saya BIN jangan masuk ke ranah operasi tempur, seharusnya di ranah intelijen saja dengan melakukan operasi intelijen baik strategis maupun taktis," kata Muhaimin.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta Badan Intelijen Negara atau BIN mengoptimalkan kinerja mengusut rentetan konflik yang terjadi di Papua. Namun ia mengingatkan agar BIN tidak masuk terlalu jauh sampai terlibat operasi tempur.

"Peran BIN tentu saja harus lebih optimal lagi. Cari siapa dalangnya (OPM), lokasinya di mana, berapa jumlah anggotanya, itu yang harus dipecahkan oleh BIN. Jadi menurut saya BIN jangan masuk ke ranah operasi tempur, seharusnya di ranah intelijen saja dengan melakukan operasi intelijen baik strategis maupun taktis," kata Muhaimin, Selasa (23/11/2021).

Muhaimin sekaligus meminta TNI serta aparat penegak hukum segera menghentikan serangan bersenjata kelompok organisasi Papua merdeka atau OPM.

“Saya kira sudah waktunya aparat lebih tegas terhadap KKB (OPM). Apalagi sekarang mereka sudah berani masuk tempat-tempat fasilitas negara, bahkan Koramil juga diserang,” ujar Muhaimin.

Baca Juga: Di Inggris, Wakil Ketua DPD RI Jelaskan Relasi Islam dan Demokrasi Indonesia

Selain serangan militer, kata Muhaimin, perlu pendekatan humanis, sebagaimana yang diajarkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menurutnya, pendekatan Gus Dur bisa berdampak baik, namun hal itu justru cenderung kurang dijalankan.

"Padahal pendekatan ini sangat-sangat positif, nilai-nilai humanisme yang diwariskan Gus Dur saya yakin bisa membuat Papua teduh,” tuturnya.

Serang Koramil

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Tendius Gwijangge diduga mendapat pasokan amunisi dan senjata api dari Papua Nugini. Hal ini menyusul peristiwa penyerangan yan diduga diakukan OPM Markas Koramil Persiapan Suru-Suru, Kabupaten Yakuhimo, Papua, Sabtu (20/11) yang menewaskan satu aparat.

"Memang ada indikasi KKB mendapat pasokan dari PNG sehingga kontak tembak cukup lama, seperti yang terjadi di Koramil Persiapan Suru-suru, hari Sabtu," kata Dandim 1715 Yahukimo, Papua, Letkol Inf Cristian Irreuw kepada ANTARA, Minggu lalu.

Baca Juga: Hadiri COP26 di Glasgow, Gus Muhaimin Tawarkan Solusi Atasi Ancaman Perubahan Iklim

Dandim 1715 yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku saat kontak tembak di Suru-suru dilaporkan berlangsung dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT.

Komentar