27 Migran Tewas Tenggelam di Selat, Inggris dan Prancis Kerjasama Evakuasi Korban

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 25 November 2021 | 21:40 WIB
27 Migran Tewas Tenggelam di Selat, Inggris dan Prancis Kerjasama Evakuasi Korban
Ilustrasi kapal tenggelam. (Shutterstock)

Suara.com - Sedikitnya 27 migran tewas tenggelam setelah kapal yang mereka naiki terbalik di dekat Calais, Prancis, ketika berusaha menyebrang ke Inggris.

Menyadur Sky News Kamis (25/11/2021) Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, mengatakan jika lima wanita dan seorang bocah termasuk di antara para korban.

Darmanin juga mengungkapkan jika dua orang berhasil diselamatkan dan empat tersangka penyelundup manusia telah ditangkap.

Kecelakaan tersebut terjadi setelah perahu karet yang dinaiki para migran terbalik di Selat Dover. Nelayan di sekitar tempat kejadian melaporkan lebih dari selusin mayat mengapung di laut.

Satu kapal patroli Inggris, satu sekoci Prancis, dan tiga helikopter diterjunkan dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

Perdana Menteri Boris Johnson memimpin pertemuan komite darurat COBRA Inggris sebagai tanggapan atas insiden tersebut.

Boris Johnson mengatakan dia sangat terkejut, dan sedih melihat para korban tewas. Ia juga meminta kepada Prancis untuk bekerjasama menanggulangi masalah tersebut.

Presiden Macron mengatakan bahwa benua Eropa sedang berkabung. Dia berjanji akan melakukan segala hal untuk menemukan dan mengutuk mereka yang bertanggung jawab.

"Prancis tidak akan membiarkan Selat menjadi kuburan," tegas Macron.

baca juga

Setelah melakukan perundingan melalui telepon, juru bicara Downing Street mengatakan sepakat untuk meningkatkan upaya bersama dalam menghentikan penyelundupan migran.

"Pentingnya kerja sama yang erat dengan tetangga di Belgia dan Belanda serta mitra di seluruh benua, jika ingin mengatasi masalah secara efektif sebelum orang mencapai pantai Prancis," jelas Downing Street.

Nicolas Margolle, seorang nelayan di sekitar tempat kejadian, mengatakan ia melihat dua sampan kecil, satu dengan orang di dalamnya dan satu lagi kosong.

Dia mengatakan nelayan lain telah memanggil penyelamat setelah melihat sampan kosong dan 15 orang tidak bergerak di dalam air.

Selat Dover adalah jalur pelayaran tersibuk di dunia dan lebih dari 25.700 orang telah melakukan perjalanan berbahaya ke Inggris tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Sumber Cahaya Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 15 Kru Dievakuasi

Kapal Sumber Cahaya Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 15 Kru Dievakuasi

Jakarta | Kamis, 25 November 2021 | 18:15 WIB

MK Perintahkan DPR Perbaiki UU Ciptaker, Pemohon Sujud Syukur hingga Potong Rambut

MK Perintahkan DPR Perbaiki UU Ciptaker, Pemohon Sujud Syukur hingga Potong Rambut

News | Kamis, 25 November 2021 | 17:01 WIB

Dinyatakan Bersalah, Pengadilan Prancis Putuskan Karim Benzema Dihukum 1 Tahun

Dinyatakan Bersalah, Pengadilan Prancis Putuskan Karim Benzema Dihukum 1 Tahun

News | Kamis, 25 November 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:19 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:53 WIB

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:20 WIB

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:15 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:55 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:30 WIB

×