Antisipasi Omicron, Pemerintah Larang Pejabat Bepergian ke Luar Negeri

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 01 Desember 2021 | 21:38 WIB
Antisipasi Omicron, Pemerintah Larang Pejabat Bepergian ke Luar Negeri
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (1/12/2021). (Layar tangkap kamera).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kalau pemerintah tengah menyusun langkah antisipasi terkait merebaknya varian Covid-19 anyar yang dinamakan Omicron.

Untuk langkah awal, Luhut mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda bepergian ke luar negeri.

"Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan. Jadi WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/12/2021).

Aturan berbeda justru berlaku bagi pejabat negara. Bukan sekedar imbauan, Luhut mengungkapkan para pejabat negara dilarang untuk bepergian ke luar negeri.

Ia menuturkan larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

“Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya.

Selain itu, Luhut juga mengumumkan kalau pemerintah tengah menyiapkan vaksin ketiga atau booster. Vaksin booster itu ditujukan bagi lansia serta kelompok rentan.

"Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” tuturnya.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masa karantina bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan dari negara-negara di luar daftar 11 negara yang dilarang masuk ditambah menjadi 10 hari. Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan emakin banyaknya negara yang mendeteksi varian Omicron.

baca juga

Perpanjangan masa karantina itu akan berlaku sejak 3 Desember mendatang.

"Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Bisnis | Rabu, 01 Desember 2021 | 20:02 WIB

Antisipasi Varian Omicron, Pemkab Kulon Progo Pantau Pendatang yang Masuk dari YIA

Antisipasi Varian Omicron, Pemkab Kulon Progo Pantau Pendatang yang Masuk dari YIA

Jogja | Rabu, 01 Desember 2021 | 19:06 WIB

Janji Dongkrak Wisatawan Jika Kasus Covid Turun, Ganjar: Kita Bisa Genjot untuk Gaspol

Janji Dongkrak Wisatawan Jika Kasus Covid Turun, Ganjar: Kita Bisa Genjot untuk Gaspol

News | Rabu, 01 Desember 2021 | 18:59 WIB

Luhut Ngaku Bakal Lebih Utamakan Turis Asing Berkocek Tebal

Luhut Ngaku Bakal Lebih Utamakan Turis Asing Berkocek Tebal

Bisnis | Rabu, 01 Desember 2021 | 18:52 WIB

Terkini

Dua ABK Filipina Tewas dalam Penyerangan Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Hormuz

Dua ABK Filipina Tewas dalam Penyerangan Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Hormuz

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:37 WIB

Lawan Lonjakan Harga, Pemkot Bandar Lampung Gempur Pasar dengan Bahan Pokok Murah

Lawan Lonjakan Harga, Pemkot Bandar Lampung Gempur Pasar dengan Bahan Pokok Murah

Lampung | Kamis, 03 September 2026 | 07:35 WIB

"What Happened to You?", Buku yang Mengajarkan Anak Tentang Disabilitas

"What Happened to You?", Buku yang Mengajarkan Anak Tentang Disabilitas

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 07:35 WIB

Update Harga HP Infinix September 2026: Dari Rp1 Jutaan hingga Seri Ultra

Update Harga HP Infinix September 2026: Dari Rp1 Jutaan hingga Seri Ultra

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 07:31 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 07:30 WIB

Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG

Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 07:29 WIB

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:27 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:26 WIB

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:25 WIB

SIG Hidupkan Lagi Semen Kujang, Siap Rebut Pasar Jawa Barat

SIG Hidupkan Lagi Semen Kujang, Siap Rebut Pasar Jawa Barat

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:17 WIB

×