alexametrics

Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani
Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan pada acara The 4th Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD).

Pemerintah tengah memfokuskan pengembangan dan promosi pariwisata di lima destinasi.

Suara.com - Mandeknya pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) membuat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agak pusing, semisal soal pembebasan lahan yang hingga kini juga ada yang belum selesai.

Luhut berujar masalah pembebasan lahan merupakan salah satu persoalan dari 101 masalah yang dihadapi dalam pengembangan 5 destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

"Tadi disepakati sebanyak 101 isu dengan 14 isu tambahan untuk bisa diselesaikan hingga 2022 sebagai upaya percepatan pengembangan 5 DPSP," kata Luhut dalam konfrensi pers Percepatan Pembangunan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Rabu (1/12/2021).

Luhut menjelaskan dalam perkembangannya, sebanyak 14 persen isu telah selesai, 54 persen isu sedang berjalan, 20 persen isu masih dalam pembahasan serta 12 isu masih tertahan penyelesaiannya.

Baca Juga: Janji Dongkrak Wisatawan Jika Kasus Covid Turun, Ganjar: Kita Bisa Genjot untuk Gaspol

Untuk mempercepat masalah ini agar terurai, Luhut mengungkapkan saat ini sudah ada platform untuk memantau pengembangan 5 DPSP tersebut. Luhut mengatakan, platform ini akan membantu pemerintah dalam mempercepat pengembangan 5 DPSP.

"Tapi tadi ada lagi satu hal yang penting, kami sudah membuat satu platform di mana kita bisa mengevaluasi setiap progres project yang dibuat di tempat masing-masing," kata Luhut.

"Dan itu saya pikir akan membantu kami untuk lebih membuat tuntas pekerjaan yang diperintahkan oleh presiden dalam rangka penyelesaian tugas untuk 5 desitinasi pariwisata super prioritas tadi," sambungnya.

Diketahui pemerintah tengah memfokuskan pengembangan dan promosi pariwisata di lima destinasi, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Melansir laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, kelima destinasi yang dinyatakan sebagai Destinasi Super Prioritas Indonesia itu dipilih karena memiliki pesona dan keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya.

Baca Juga: Luhut Ngaku Bakal Lebih Utamakan Turis Asing Berkocek Tebal

Selain itu, lanjutnya pemilihan 5 Destinasi Super Prioritas juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Sandi berharap, pengembangan kelima destinasi tersebut tak hanya menjadikannya sebagai daya tarik wisatawan, tetapi juga dapat meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) yang melibatkan warga setempat.

Komentar