Jakarta Pernah Jadi Epicentrum, Anggota DPRD DKI: Anies Harus Tegas Cegah Omicron

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 03 Desember 2021 | 21:48 WIB
Jakarta Pernah Jadi Epicentrum, Anggota DPRD DKI: Anies Harus Tegas Cegah Omicron
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berada di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021) malam. [Dok. Pemprov DKI Jakarta]

Suara.com - Anggota DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta agar Gubernur Anies Baswedan tegas dalam mengambil tindakan mencegah penularan varian baru virus corona, B 11529 atau Omicron. Pasalnya, Ibu Kota pernah merasakan pengalaman pahit menjadi epicentrum Covid-19.

Menjelang liburan natal dan tahun baru 2022 menurutnya memang harus ada aturan tegas yang membuat masyarakat enggan bepergian ke luar rumah agar tak terjadi penularan Covid-19.

"Gubernur Anies harus tegas dalam membuat peraturan, kita ketahui saat ini roda perekonomian di Jakarta sudah mulai bergerak dan stabil, jangan sampai kita kembali memperketat PPKM hingga berdampak negatif," ujar Kenneth kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Begitu juga setelah libur Nataru, Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta bisa mulai memberikan vaksin dosis ketiga atau booster untuk masyarakat DKI Jakarta, di tengah gencarnya munculnya varian Covid-19 Omicron. Dengan demikian, maka kekebalan komunal masyarakat lebih terjaga.

"Masyarakat DKI Jakarta bisa lebih sehat dan kuat, terlindung dari ancaman virus Covid-19 atau bentuk varian barunya. Pemprov DKI harus benar-benar melakukan langkah langkah preventif dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat DKI Jakarta," tuturnya.

Karena itu, Kenneth meminta agar Anies segera bergerak cepat menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tindakan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan Omicron.

Ia tak ingin Jakarta malah nantinya kembali lagi menjadi epicentrum seperti saat bulan Juni-Juli 2021 lalu.

"Pemprov DKI harus lebih waspada dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron. Pasalnya, Jakarta sempat menjadi episentrum sebaran Covid-19 terbesar di Indonesia, ini yang perlu kita waspadai," jelasnya.

Meski Anies dan jajarannya diminta untuk waspada, Kenneth meminta masyarakat tidak perlu sampai panik. Pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan agar Omicron tak masuk ke Indonesia.

"Masyarakat sebaiknya tetap waspada, tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Karena saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif, termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Omicron, Anies Putuskan Tunda Soft Launching JIS dan IYC 2021

Khawatir Omicron, Anies Putuskan Tunda Soft Launching JIS dan IYC 2021

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 20:42 WIB

Teori Baru: Ilmuwan Sebut Varian Omicron Berasal dari Tikus

Teori Baru: Ilmuwan Sebut Varian Omicron Berasal dari Tikus

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 20:09 WIB

Waspada Omicron, F-PDIP Minta Pemprov DKI Berikan Vaksin Booster ke Warga Tahun Depan

Waspada Omicron, F-PDIP Minta Pemprov DKI Berikan Vaksin Booster ke Warga Tahun Depan

Jakarta | Jum'at, 03 Desember 2021 | 20:02 WIB

Ekonom Dunia: Varian Omicron Pengingat untuk Bantu Vaksin Covid-19 di Negara Miskin

Ekonom Dunia: Varian Omicron Pengingat untuk Bantu Vaksin Covid-19 di Negara Miskin

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 20:25 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB