Tanpa Mahasiswa Asing, Bagaimana Nasib Masa Depan Universitas di Australia?

Siswanto, ABC

Sabtu, 04 Desember 2021 | 00:45 WIB
Tanpa Mahasiswa Asing, Bagaimana Nasib Masa Depan Universitas di Australia?
Ilustrasi Kuliah Online (Pixabay)

Suara.com - Kalimat pembuka dalam novel Anna Karenina karya sastrawan Rusia Leo Tolstoy menyebut:"Keluarga yang bahagia semuanya sama; sedangkan keluarga yang tak bahagia merasakan ketidakbahagiaan dengan caranya masing-masing."

Kini di 2021, penggambaran itu sangat tepat digunakan terhadap kalangan perguruan tinggi di Australia, setelah diterpa dampakpandemi COVID.

Beberapa universitas sebenarnya mengalami peningkatan pendapatan sejak pandemi dimulai, namun sejumlah rektor universitas lainnya sangat kecewa.

Alasannya cukup rumit, bukan semata-mata akibat absennya pemasukan dari uang SPP mahasiswa internasional.

Salah satu universitas berhasil menerapkan rencana menghadapi pandemi yang telah mereka persiapkan sebelum tahun 2020. Tapi yang lainnya sama sekali tak siap.

Mahasiswa juga terus mempertanyakan mengapa begitu banyak aktivitas kampus tetap dilakukan secara jarak jauh, bahkan setelah lockdown dicabut.

Pada tahun 2020, kalangamn universitas di Australia rata-rata kehilangan 5,1 persen pendapatan dibandingkan dengan tahun 2019.

Tapi ada beberapa perguruan tinggi yang menderita lebih parah.

Ini universitas yang diuntungkan

Menurut analisis laporan tahunan 2020 terhadap 37 dari 39 universitas negeri di Australia, ada delapan perguruan tinggi yang justru mengalami peningkatkan pendapatan.

baca juga

Daftar yang dibuat oleh University of Melbourne ini menunjukkan perguruan tinggi yang penghasilannya meningkat, yakti tiga universitas di Australia Selatan, Universitas Katolik Australia dan empat institusi regional (Universitas Charles Darwin, Universitas Queensland Selatan, Universitas Sunshine Coast, dan Universitas New England).

University of Adelaide menjadi satu-satunya anggota universitas "Grup Delapan" yang berhasil mendapatkan kenaikan penghasilan. Grup Delapan merupakan delapan perguruan tinggi terbaik di Australia.

Universitas-universitas yang menjadi 'pemenang' itu umumnyamasih mengadakan kuliah jarak jauh, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang motivasi di balik keputusan ini.

Metode kuliah jarak jauh merupakan isu utama yang banyak disuarakan kalangan mahasiswa dan keluarga mereka.

Yang alami sedikit kerugian

Ada 14 universitas yang kehilangan pendapatan kurang dari rata-rata 5,1 persen. Ini masih merupakan kerugian, tapi kondisi keuangan mereka masih lebih baik daripada universitas lainnya.

Daftar inimencakup tiga universitas dari "Grup Delapan" dan sejumlah besar institusi kejuruan dan regional, termasuk:

  • Universitas Sydney
  • Universitas Queensland
  • Universitas Monash
  • UTS
  • RMIT
  • Universitas Macquarie
  • Universitas Sydney Barat
  • Universitas Swinburne
  • Universitas Victoria
  • Universitas Newcastle
  • Universitas James Cook
  • Universitas Murdoch
  • Universitas Edith Cowan


Meskipun universitas-universitas ini bernasib lebih baik daripada yang lain, secara relatif, kuliah tatap muka masih jarang dilakukan.

Yang sangat rugi

Dampak terberat dialami oleh Universitas Nasional Australia (ANU) di Canberra, yang kehilangan 17,4 persen dari pendapatannya.

Rektor ANU menjelaskan kepada ABC bahwa pihaknya seperti "mati kehabisan darah" setelah kehilangan tambahan dana tambahan dalam anggaran 2021.

Ini adalah salah satu dari empat universitas di "Grup Delapan" yang mengalami masalah keuangan, selain Universitas Melbourne, Universitas New South Wales, dan Universitas Australia Barat.

Ingat, mereka melakukan sebagian besar penelitian jenis penelitian yang penting selama COVID jadi posisi keuangan mereka penting.

Universitas lain yang menderita masalah keuangan terburuk adalah

  • Universitas Griffith
  • Universitas Curtin
  • Universitas Southern Cross
  • Universitas Tasmania
  • Universitas Charles Sturt
  • Universitas Central Queensland
  • Universitas Wollongong
  • Universitas Deakin
  • Universitas Federation
  • Universitas La Trobe
  • Universitas Teknologi Queensland


Ada campuran yang masuk akal antara kampus regional dan metro di ketiga daftar, tetapi mungkin tren terbesar adalah perselisihan untuk universitas riset.

Tanggapan Pemerintah Australia

Menteri pendidikan Alan Tudge, yang kemarin mengundurkan diri akibat skandal etis, mengumumkan alokasi dana sekitar $10 juta untuk kemitraan penelitian dengan dunia industri.

Namun pada saat yang sama, pemerintah memberikan keringanan biaya hampir tiga kali lipat ($27,8 juta) kepada universitas swasta.

Alan Tudge mendorong universitas-universitas di Australia untuk meniru Universitas Stanford di AS yang terkenal sebagai tempat kelahiranGoogle dan "turun dari menara gading mereka".

Universitas Stanford memiliki dana abadi lebih dari $40 miliar. Dana ini hampir setara dengan pengeluaran total pemerintah Australia untuk dana pendidikan tinggi dan sekolah kejuruantahun keuangan 2020.

Banyak perguruan tinggi Australia mengandalkan mitra internasional untuk mendanai penelitian dan jelas ada model pendanaan sistemik jangka panjang di mana uang SPP mahasiswa internasional menjadi satu-satunya jawaban nyata.

Bisakah perubahan terjadi?

Para pemimpin universitas mengeluhkan banyak hasil riset "kualitas rendah"atau "penelitian berulang" yang diproduksi para akademisi.

Bahkan, salah seorang rektor secara jujur menyebut sangat prihatin dengan "Jutaan skripsi tentang gender dalam kasus Jane Austen's England".

Namun tak banyak bisa dilakukan oleh para pimpinan universitas ini.

Kontrak kerja di kampus pada umumnya mengharuskan universitas untuk mendaftarkan pegawai tetap mereka.

Itu belum termasuk staf biasa dan staf tetap yang seringkali berjumlah lebih dari 50 persen.

Sebagian besar universitas memiliki pembagian 40:40:20.

Artinya, 40 persen waktu dihabiskan untuk penelitian, 40 persen dihabiskan untuk mengajar, dan 20 persen untuk administrasi.

Jadi, setiap akademisi sekaligus adalah dosen, peneliti, dan staf administrasi.

Sudah lama sejumlah rektor ingin mengubah model ini, tapi mereka menghadapi serikat buruh yang begitu kuat di Australia.

Jika ada momentum bagi para rektor untuk memulai perubahan itu, maka tahun 2022 merupakan waktu paling tepat.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Terkini

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×