Penyu Terluka Parah Diterbangkan Sejauh 8.000 Kilometer untuk Diobati

Siswanto, BBC

Sabtu, 04 Desember 2021 | 13:21 WIB
Penyu Terluka Parah Diterbangkan Sejauh 8.000 Kilometer untuk Diobati
BBC

Suara.com - Seekor penyu mendapat kesempatan untuk menjalani hidup baru di Skotlandia, setelah ditemukan terluka dan terjerat jaring di Maladewa.

April, seekor penyu lekang, dirawat di Pusat Rehabilitasi Penyu setelah diselamatkan di Atol Raa pada April 2019.

Dokter hewan mengatakan April membutuhkan perawatan jangka panjang dan tidak akan bertahan hidup di alam liar.

Kini April telah dipindahkan sejauh 8.046 kilometer ke Sea Life, Loch Lomond di Balloch, Skotlandia dan menjadi bagian dari upaya konservasi penyu.

Saat ditemukan, April sedang mengambang di permukaan laut, terjerat jaring dengan kantong plastik di lehernya.

Dia kehilangan sirip depan sebelah kanan karena jaring dan sirip depan kirinya terluka akibat gesekan kantong plastik.

Hasil X-ray mengungkap, April menderita infeksi paru-paru, yang kemungkinan menyebabkan organ tubuhnya itu rusak.

Dokter hewan juga menemukan bahwa April menderita masalah daya apung dan tidak bisa sepenuhnya membenamkan dirinya di bawah air.

Dua badan lingkungan yang berbasis di Maladewa, Reefscapers dan Marine Savers, serta perusahaan akuarium Sea Life di Inggris dan badan amal konservasi, Sea Life Trust, bekerja sama dengan maskapai penerbangan IAG Cargo untuk menerbangkan April ke tempat barunya di Skotlandia.

baca juga

April bergabung dengan lima penyu lainnya yang dibawa ke rumah baru mereka melalui Program Penyu Terbang (Flying Turtle Project).

Kathryn Angel, general manager Sea Life Loch Lomond, mengatakan: "Kami sangat senang menyambut April di keluarga Loch Lomond. Penyu sudah beradaptasi dengan lingkungan baru."

"Kedatangan satu penyu lagi benar-benar menyenangkan."

Dia menambahkan: "April menderita luka akibat polusi plastik, jadi dengan hadirnya April di sini, anak-anak benar-benar bisa melihat dampak polusi plastik pada penyu secara langsung."

Andy Torbet, duta Sea Life Trust, menambahkan: "Ketika Anda melihat penyu yang terluka dari dekat dan luka-luka yang disebabkan oleh jaring dan polusi plastik, isu semacam itu akan semakin sering terdengar."

Nama penyu lekang zaitun berasal dari warna cangkangnya.

Badan amal konservasi WWF mengatakan saat ini jumlah penyu lekang di dunia paling banyak dibandingkan semua penyu, tetapi rentan terhadap gangguan karena mereka bersarang hanya di beberapa tempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:55 WIB

WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi

WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:51 WIB

Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana

Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:48 WIB

BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja

BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:48 WIB

Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026

Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:46 WIB

Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung

Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:44 WIB

Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global

Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:44 WIB

Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor

Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:42 WIB

Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta

Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:39 WIB

Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada

Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:37 WIB

×