Endang Tak Pernah Berpikir untuk Pindah Desa, Sampai Gunung Semeru Meletus

Siswanto, ABC

Selasa, 14 Desember 2021 | 11:59 WIB
Endang Tak Pernah Berpikir untuk Pindah Desa, Sampai Gunung Semeru Meletus
Foto udara kondisi pemukiman warga yang banjir dan terendam pasir di Dusun Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Suara.com - Sudah sembilan hari Nyaminten tinggal di tempat penampungan warga di Kantor Desa Penanggal.

Nyaminten adalah warga Curah Kobokan, Pronojiwo, daerah yang paling terdampak erupsi gunung Semeru di Jawa Timur pekan lalu.

Saat erupsi terjadi, perempuan berusia 65 tahun ini, suaminya, dan salah seorang cucunya sedang berada di rumah.

"Tiba-tiba awan gelap, kami lari ke rumah tetangga dan untungnya kami selamat, tapi rumah hancur total, rata dengan tanah."

Endang Pujiastuti, yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir, saat ini juga sedang tinggal di tempat pengungsian yang sama dengan Nyaminten.

Ia lahir dan tinggal di Kamar Kajang, yang masuk zona merah erupsi Semeru.

Letaknya dekat dengan daerah aliran sungai Semeru dan Jembatan Gladak Perak yang putus setelah erupsi.

"Awalnya saya kira hanya banjir biasa, tapi kemudian hujan kerikil, kemudian abu, tapi terus langit jadi gelap banget," ujarnya menceritakan saat letusan gunung terjadi.

"Saya, suami, dan anak saya yang berusia sebelas tahun kemudian keluar rumah, membawa senter, karena gelap."

baca juga

Tinggal di kaki gunung yang masih aktif seringkali membuat Endang was-was. Tapi ia tak pernah terlintas di pikirannya untuk pindah rumah, karena keluarga dan orangtuanya tinggal di kampung yang sama.

"Saya berat mau meninggalkan rumah itu, karena kami susah payah membangunnya. Saya juga sudah sejak kecil tinggal di situ, tempatnya enak dan sejuk."

"Tidak pernah [sebelumnya] saya terpikir untuk pindah ke tempat, yang katakanlah lebih aman, karena keluarga semua tinggal di sini."

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin siang (13/12), sebanyak 9.374 warga saat ini mengungsi di 129 tempat penampungan, kebanyakan adalah perempuan. Sementara korban meninggal menjadi 46 orang.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penambahan jumlah itu terjadi setelah awan panas guguran Gunung Semeru masih terjadi di hari keempat.

Selain di kantor desa Penanggal, tempat pengungsian yang lain adalah gedung SMP Candipuro.

Ahmad Saliman adalah salah satu dari sekitar 250 orang pengungsi di sana.

Rumahnya di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, adalah salah satu kampung yang paling parah terdampak letusan gunung Semeru.

Saat letusan terjadi, Saliman baru pulang dari pekerjaannya sehari-hari, sebagai penambang pasir.

"Sebenarnya mata ini susah untuk melihat karena hujannya hujan lumpur, mana anak saya juga nangis terus sambil [menyebut] Allah... Allah...," ujarnya.

"Saya pikir kalau itu kejadiannya malam hari, pasti kami semua tidak selamat karena tidak ada bunyi apa pun sama sekali sebelumnya."

Setelah letusan mereda, ia sempat mengecek kondisi rumahnya yang terendam material lahar, pasir, dan batu sekitar empat meter dalamnya.

Ia mengaku trauma dan tidak ingin kembali lagi setelah melihat sendiri situasi rumahnya.

"Saya juga bingung setiap anak saya merengek minta pulang. Mau pulang ke mana? Rumah kami sudah habis begitu."

"Semua harta benda kami di dalam rumah juga sudah habis."

Saliman berharap Pemerintah Indonesia memperhatikan kondisi warga yang tinggal di tempat yang berisiko bencana, seperti dirinya. Ia juga mengaku siap direlokasi.

Di tempat pengungsian yang sama, Kasan yang berprofesi sebagai peternak menceritakan detik-detik gunung Semeru meletus.

“Saya mau lari pulang ke kampung enggak bisa, karena gelap. Jalanan tidak kelihatan."

Pikirannya saat itu melayang ke anak dan istrinya di rumah, berharap mereka semua selamat.

"Semua selamat, termasuk 11 ekor kambing yang diselamatkan kerabat saya, tetapi rumah kami tidak bisa ditempati lagi karena atapnya ambruk."

Meski berat meninggalkan rumah dan desa yang baginya penuh kenangan, kini ia berpikir untuk pindah rumah.

"Saya perlu tempat berlindung, tempat yang aman. Inginnya kembali, tetapi mau bagaimana lagi, kondisinya tidak memungkinkan."

Berbeda dengan Saliman dan Kasan, rumah Sarjumat sebenarnya tidak langsung terdampak saat pertama kali terjadi letusan.

Tapi tiga hari setelah letusan, air sungai dan lahar dingin bercampur pasir, batu, dan lumpur, menerjang dan merusak rumah Sarjumat, sehingga ia harus mengungsi ke tempat tinggal saudaranya.

Sarjumat mengatakan ia kehilangan setidaknya delapan orang anggota keluarganya yang tinggal di Kampung Renteng.

"[Saya kehilangan] lima orang saudara saya, satu orang cucu, dan dua orang keponakan. Berapa itu? Coba bayangkan."

Minggu lalu proses pencarian sempat tertunda karena hujan deras yang mengakibatkan banjir lahar dingin, serta awas panas.

Meski menempati tempat-tempat pengungsian, di pagi atau siang hari sebagian besar warga memilih mendatangi rumah mereka untuk melihat kondisinya dan mengambil barang-barang yang mereka anggap berharga. 

BNPB mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan.

Selain itu, BNPB juga mengingatkan agar tetap waspada dengan ancaman lahar di alur sungai Gunung Semeru.

Laporannya dalam bahasa Inggris bisa dibaca di sini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah

Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah

News | Senin, 07 September 2026 | 10:45 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 20:56 WIB

Semeru Erupsi Lagi Minggu Pagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter ke Langit

Semeru Erupsi Lagi Minggu Pagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter ke Langit

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 09:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Foto | Senin, 20 April 2026 | 19:19 WIB

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:49 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter

Foto | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:07 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×